Showing posts with label OTHER. Show all posts
Showing posts with label OTHER. Show all posts

Memasang wifi di pemkot klaten

assalamualaikum wr. wb. 
kali ini saya diberi kesempatan untuk memasang wifi di pemkot klaten

saya bersama dengan teman saya lucky di beri kesempatan oleh mbah suro untuk memasang wifi di pemkot klaten. di bimbing oleh mas lukman saya dan teman saya di kenalkan tempat tempat di pemkot klaten. karena sebelum memasang kami harus survey tempat terlebih dahulu. dimulai pada jam 8 selesai jam 4. walaupun panas terik matahari kami tetap semangat memasang karena ini merupakan penalaman pertama saya , jadi saya merasa bahwa pekerjaan seperti sangant enak
documentasi :



konfigurasi penyimpanan pada freenas agar terhubung ke proxmox

assalamualaikum wr. wb. 
kali ini saya akan share tentang cara konfigurasi penyimpanan pada freenas agar terhubung ke proxmox



 

A. Pengertian

Network File System (NFS) adalah salah satu layanan yang dapat memungkinkan suatu computer untuk melakukan proses mount suatu directory datai device pada komputer lain.Dengan menggunakan NFS, suatu komputer dapat berbagi file, data dan bahkan program antara sesama klien yang terhubung ke server utama. NFS juga memungkinkan suatu komputer untuk melakukan pengaktifan/penggunaan peralatan pada komputer lain yang terhubung ke jaringan.Saat ini terdapat 2 versi NFS yaitu NFS versi 2 (NFSv2) dan NFS versi 3 (NFSv3). NFSv2 lebih lama tetapi didukung oleh berbagai macam mesin dan sistem operasi. Sedangkan NFSv3 lebih baru dan mempunyai beberapa fitur dan tambahan misal pesan kesalahan yang lebih baik, kemampuan untuk menghandle file yang ukurannya bervariasi. NFSv2 menggunakan protocol UDP untuk melakukan koneksi antara server dan client, sedangkan NFSv3 menggunakan protocol UDP dan TCP sekaligus


B. Latar Belakangdengan menggunakan freenas sebagai pusat datacenter kita perlu mengintergerasikan nya dengan sistem operasi yang akan kita gunakan disini saya membuat contoh denan sistem operasi promox


C. Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan untuk menambahkan penyimpanan yang ada pada proxmox dengan penyimpanan NFS yang sudah dibuat dalam Server Freenas.



D. Alat dan bahan
  • 1 Komputer Server Proxmox
  • 1 Komputer Server Freenas

E. Tahap dan Langkah Kegiatan  

1. Klik pada Datacenter --> beralihlah ke tab Storage --> klik Add --> pilih tipe penyimpanan NFS.


2. Kemudian muncul jendela penambahan penyimpanan NFS

  • Pada ID : masukkan nama penyimpanan NFS pada Freenas yang telah kita buat.
  • Pada Server : masukkan IP Freenas utama kita yaitu “10.10.4.1”.
  • Pada Export : isi dengan alamat direktori dari penyimpanan NFS yang telah kita buat pada Freenas.
  • Pada Content : pilih semua content yang terdapat pada opsi tersebut


3. Klik Add untuk menambahkan penyimpanan.


4. Setelah itu maka penyimpanan NFS Freenas akan ditambahkan pada Datacenter sebagai penyimpanan.


5. Penyimpanan NFS ini akan kita jadikan sebagai penyimpanan terpusat / tercentral untuk efisiensi penyimpanan, sehingga seluruh pve akan memliki satu penyimpanan yaitu penyimpanan NFS yang telah kita buat pada Freenas.




F. Kesimpulan

Dengan melakukan kegiatan konfigurasi penyimpanan Freenas NFS Share pada Proxmox ini, kita dapat menambahkan penyimpanan Freenas ke Proxmox. Dengan penambahan penyimpanan ini, otomatis promox akan mempunyai penyimpanan terpusat, yaitu pada Freenas

G. Referensi

  • Ebook proxmox cloud compunting virtualisasi. 

menambah kapasitas upload di owncloud

Assalamualaikum wr.wb
kali ini saya akan share tentang cara menambah kapasitas upload di owncloud untuk tutorial instalasi bisa klik disini
A. Pengertian
CMS adalah aplikasi Web Server yang digunakan untuk membuat ataupun memodifikasi data digital khususnya dalam suatu Web Server dengan menggunakan user interface dan juga manajemen yang simpel untuk memudahkan administrator ketika memanajemen Web Server dan Server yang berkaitan (seperti Database Server) tanpa perlu mempelajari pemahaman mendasar dari pengetahuan mengenai Web Server dan server-server terkait. Jadi semisal apabila administrator ingin memanajemen Web Server atau Database Server, ia tak perlu repot-repot mempelajari pemrograman Web, dan Pemrograman yang digunakan Database Server dari dasar. Cukup memanajemen dari CMS dengan interface GUI yang lebih mudah dikonfigurasi. CMS biasanya biasanya digunakan ketika suatu Web Server memiliki  beberapa administrator. Dalam penerapannya, CMS terbagi menjadi 2 :
  • Aplikasi Manajemen Konten (Content Management Application, CMA)
  • Aplikasi Pengirim Konten (Content Delivery Application, CDA)
Elemen CMA ditujukan pada user atau administrator yang tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML untuk membuatan, mengubahan, atau menghapus isi dari suatu situs web. Sehingga admin atau user tersebut tidak perlu memiliki keahlian sebagai seorang webmaster. Elemen CDA berfungsi mengolah dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pemilik situs web untuk memperbaharui situs web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS cukup bervariasi. Walaupun begitu, kebanyakan dari perangkat lunak ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan indeks, pencarian, dan penyimpanan.
Untuk Owncloud sendiri merupakan salah satu client-server software untuk membuat layanan file hosting dan menggunakannnya. Cara fungsionalitas dari OwnCloud cukup mirip dengan Dropbox, yang hanya berbeda pada ketersediaannya yang free dan open-source, serta di sisi lain juga tidak memerlukan biaya tambahan untuk private server. Owncloud juga support ekstensi yang membuatnya bisa bekerja seperti Google Drive, yakni edit dokumen online, kalender, sinkronisasi kontak, dan lain sebagainya. Keterbukaan Owncloud menjadikannya tidak seperti file hosting lainnya yang terpaku pada batas quota ruang penyimpanan dan jumlah user, melainkan terbatas pada ketersediaan kapabilitas dari penyimpanan Server. OwnCloud memberikan akses terhadap berkas-berkas secara universal dengan menggunakan antarmuka jaringan atau WebDAV. 
 
B. Latar Belakang
 
Kebutuhan akan server yang mampu mencukupi banyak kebutuhan kini semakin meningkat, salah satunya adalah Web Server dengan fitur tambahan penyimpanan pada Server, atau bisa disebut sebagai Server File Storage, sehingga user Web Server tidak perlu menyimpan data mereka hanya pada komputer ataupun perangkat lainnya, melainkan pada Web Server yang sudah memiliki fitur penyimpanana tersebut. Web tersebut juga bisa menjadi data backup apabila sewaktu-waktu terjadi kehilangan data pada perangkat fisik yang dimiliki. Untuk itulah Software Owncloud ini diinstall, yakni untuk memanajemen file-file hasil upload dari tiap-tiap Client yang sudah terdaftar dan menyimpannya sesuai masing-masing user. 
 
 C. Maksud dan Tujuan
  1. Instalasi Owncloud pada Web Server.
  2. Konfigurasi dan juga penginstegrasian Owncloud dengan Web Server dan Software pendukung lainnya seperti PHP dan sebagainya.

D. Alat dan bahan
  1. 1 PC Server
  2. 1 Laptop (opsional untuk Admin)
  3. Koneksi jaringan internet (opsional)
E. Tahap dan Langkah Kegiatan

a. Pertama buka ownCloud anda kemudian lakukan upload file dengan ukuran lebih dari 8 Mb.
b. Maka hasilnya akan "Error Uplouding." ini dikarenakan kapasitas upload default dari ownCloud adalah 8 Mb saja.
c. Kemudian buka terminal linux anda dan masuklah sebagai superuser. kemudian ketikkan perintah 
nano /etc/php5/apache2/php.ini
d. Kemudian tekan ctrl+w dan ketikkan post_max_size lalu enter.
e. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini lalu ubah kapasitas uploadnya misalnya 100 GB.
f. Kemudian tekan ctrl+w lalu ketikkan Upload_max_filesize lalu enter.
g. Ubah kapasitas upload max filesize ke satuan mb.
h. Restart apache dengan mengetikan perintah 
service apache2 restart.
i. Kemudian masuk lagi ke ownCloud kita kemudian coba upload file yang tadi.
j. Maka hasilnya berhasil.
F. Kesimpulan
Dalam mengubah kapasitas file upload dengan mengubah di konfigurasi php.ini terkadang tidak sesuai yang kita inginkan. Jadi saya langsung ubah saja di ownCloudnya.
 
 

Install Sitem Operasi Freenas pada Sebuah Flashdisk

assalamualaikum wr. wb. kali ini saya akan share tentang cara install freenas pada sebuah flashdisk






A. Pengertian

FreeNAS adalah distro khusus untuk digunakan sebagai sistem operasi NAS (Network Attached Storage) yang dibangun diatas landasan FreeBSD. Pada versi terakhir saat ini (8.04), FreeNAS tidak lagi memberi peluang untuk memanfaatkan harddisk dimana sistem operasi FreeNAS ditanamkan untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan data (storage). Dengan demikian FreeNAS sebaiknya diinstalasi di media eksternal seperti USB-drive, atau di kartu memori flash/SSD Card.

Mengapa FreeNAS? 
Selain OpenFiler, FreeNAS adalah sistem operasi populer yang sudah dikemas untuk memberikan layanan network/shared storage. FreeNAS memiliki kelebihan dalam bentuk :
  1. Ukuran file ISO yang cukup kecil (lk 150 MB) sehingga proses instalasi berjalan dengan cepat dan performance sistem tidak terbebani oleh aplikasi yang dipergunakan
  2. Mudah dikonfigurasi. FreeNAS mudah dikonfigurasi baik menggunakan web maupun konsole
  3. Kelengkapan Feature. FreeNAS memiliki service yang beragam, mulai dari Samba, NFS, iSCSI dll
Kebutuhan Sistem untuk FreeNAS
  1. Arsitektur sistem 64 bit. Meski FreeNAS tersedia untuk32-bit dan 64-bit, rekomendasinya gunakan 64 bit, baik atas pertimbangan memory yang bisa digunakan maupun terkait dengan sistem partisi. Jika menggunakan sistem 32 bit atau memory < 4 GB sebaiknya gunakan sistem partisi UFS
  2. RAM. Jika menggunakan ZFS sebaiknya RAM minimal 6 GB. Jika kurang, sangat direkomendasikan untuk menggunakan tipe UFS. Jika menggunakan Active Directory dengan FreeNAS™, tambahkan 2 GB RAM untuk winbind’s internal cache
  3. Shared Memory. Jika FreeNAS™ diinstall tanpa GUI, disable shared memory settings untuk video card di BIOS
  4. Compact or USB Flash. FreeNAS™ OS adalah image sistem yang berjalan. Ini artinya FreeNAS tidak disarankan diinstall diatas harddisk karena akan menyebabkan kapasitas harddisk terbuang, tidak bisa dipakai
  5. RAID. Untuk konfigurasi RAID, gunakan RAID hardware dan direkomendasikan menggunakan RAID 10 agar ada keseimbangan antara kapasitas yang didapatkan dengan keamanan data jika terjadi masalah fisik harddisk
  6. Harddisk. Tidak direkomendasikan menggunakan harddisk SATA. Sebaiknya gunakan harddisk SAS 10.000 atau 15.000 RPM dalam format RAID 10. Harddisk SATA didesain untuk single-user sequential I/O sehingga tidak bagus digunakan untuk proses write multi-user
  7. Network Interfaces. Secara umum NIC card yang bisa disupport oleh FreeNAS adalah NIC yang terdapat pada FreeBSD Compatibility List. Meski demikian, banyak user FreeBSD yang merekomendasikan NIC dari Intel dan Chelsio. Gunakan NIC GigE (10 Gbps) untuk kecepatan yang bagus. Jika perlu, bonding beberapa NIC menjadi satu agar mampu menyediakan koneksi yang lebih besar. Saat ini FreeNAS belum mendukung : InfiniBand, FibreChannel over Ethernet atau wireless interfaces

B. Latar Belakang

Dengan banyaknya data kita membutuhkan sistem opersai yang bisa melakukan tugas untuk membackup data dan mensikronasikan data tersebut ke berbagai server yang membutuhkan, atau biasanya kita sebut sebagai datacenter, salah satu sistem operasi tersebut adalah freenas






C. Maksud dan Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah agar kita dapat menginstall sistem operasi freenas ke dalam suatu flashdisk, sehinga saat flashdisk dismbungkan ke suatu PC , PC tersebut dapat menjalankan sistem operasi freenas tersebut, bukan cuma menjalankan saja tapi pada akhirnya admin dapat meremote freenas melalui suatu web browser


D. Jangka Waktu
  • sekitar 2 jam



E. Alat dan Bahan
  • 2 buah flashdisk
    • 1 buah flasdik untuk bootable freenasnya
    • 1 buah lagi untuk tempat pengisntallan
  • 1 PC server tanpa sistem operasi
  • laptop dengan sistem operasi bebas
  • perangkat jaringan
  • perangkat komputer




F. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
  1. Pertama bootable freenas ke dalam flashdisk, bisa mengunakan usbwriter , unetbootin , rufus dll
  2. setelah di bootable smabungkan flashdisk tadi ke PC server, dan juga sambungkan flashdisk satunya yang nantinya akan digunakan sebagai tempat sistem operasai freenas
  3. setelah itu nyalakan PC server dan booting ke flashdisk yang sudah di bootable tadi
     
  4. lalu pilih freenas installer :

  5.  setelah itu akan ada opsi pilihan pilih install/upgrade
  6. lalu akan aa pilihan untuk tempat install freenas tersebut , pilih flashdisk yang tadi telah di siapkan, jangan pilih hardisk krena hardisk nanti aan digunakan untuk tempat data, pada freenas ini data dan sistem tidak bisa di jadikan dalam satu disk
  7. setelah itu pilih yes , jika tempat pengisntallan yang dipilih sudah benar
  8. lalu akan di suruh untuk memasukan password, untuk usernya defautnya adalah "root"
  9. setelah itu tunggu sampai prosses installasi selesai
  10.  Dan jika ada tampilan seperti berikut berarti proses installasi telah selesai :
  11. jika proses install selesai sekarang reboot system 

  12.  selamat penginstall telah berhasil sekarang kita konfigurasi IP pada freenas tersebut agar bisa di remote melalui web dari client, dengan cara booting ke flashdisk yang telah digunakan untuk tempat install tadi, lalu tunggu proses bootingnya , untu booting pertama akan membutuhkan waktu

  13. akan ada pilihan opsi cukup banyak, untuk konfigurasi IP pilih 1

  14.  setelah itu akan ada pilihan:
    select interface = 1
    reset configuration = n

    konfigurasi dhcp = n jika ingin static dan y jika ingin dhcp
    konfigurasi ipv4 = y
  15.  beri nama interfacenya sesuai yang diinginkan
  16.  lalu ketikan IP address yang mau di setting pada freenas tersebut

  17. lalu akan ada konfigurasi ipv6 pilih = n, karena kita tidak menggunakan ipv6

  18. jika ada tampilan seperti ini, ip yang tadi kita setting telah berhasil

  19. sekarang kita tes dengan masuk ke browser dan ketikan IP freenas pada laptop client, dan masukan password yang tadi telah di konfigurasi saat setting

  20. dan jika berhasil masuk seperti gambar di bawah ini membuktikan bahwa install freenas pada sebuah flashdisk telah berhasil




G. Hasil Kegiatan

kita berhasil menginstal freenas di sebuah flashdisk dan mengkonfigurasi IP nya sehinga freenas dapat di remote dari client, freenas tidak diinstal pada hardisk PC melainkan pada sebuah flashdisk


H. Kesimpulan

kesimpulannya freenas dapat di install pada sebuah flashdisk, alasan mengapa kita menginstalnya pada flashdisk karena sistem operasi freenas ini akan memakan satu disk sekalgus untuk sistemnya saja tanpa di partisi karena itu kita harus menyiapkan disk tersendiri untuk sistem lalu disk tersendiri untuk data




I. Referensi
  • https://www.excellent.co.id/product-services/vmware/instalasi-freenas-untuk-network-storage-vmware-vsphere/

Pelatihan CCNA NIXTRAIN Hari 5 : Frame Relay Oleh Ardes Setiawan

Assalamualaikum wr.wb
Masih tetap dari pelatihan CCNA NIXTRAIN kali ini membahas tetang Frame Relay di cisco packet tracer


A. Pengertian

      Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice.

      Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.

Beberapa fitur frame relay adalah sebagai berikut:

  1. Kecepatan tinggi
  2. Bandwidth Dinamik
  3. Performansi yang baik/ Good Performance
  4. Overhead yang rendah dan kehandalah tinggi (High Reliability)



B. Latar Belakang

        frame relay ini telah banyak digunakan oleh jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN melewati Protokol WAN



C. Persiapan Software dan Hardware 

  • PC dengan sistem operasi bebas
  • aplikasi packet tracer
  • modul


D. Maksud dan Tujuan

  1. Dapat memahami lebih dalam tentang cara kerja jaringan jenis WAN
  2. Dapat mensimulasikan jaringan WAN dengan Relay Frame
  3. Dapat menerapkan fungsi Relay Frame dalam sebuah jaringan



E. Tahapan dan Pelaksanaan

1. buka aplikasi paket tracer terlebih dahulu :
2. setelah itu buat topologi seperti berikut :

3. masuk ke router 0 lalu jalankan perintah berikut :
Router>en
Router#conf
Router(config)#int gi 0/0
Router(config-if)#ip add  192.168.1.254 255.255.255.0
Router(config-if)#int gi 0/0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int se 0/0/0
Router(config-if)#ip add  12.12.12.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#encapsulation frame-relay
Router(config-if)#frame-relay map ip 12.12.12.2 103 broadcast
Router(config-if)#clock rate 128000
Router(config-if)#router eigrp 1
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 12.12.12.0
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#
keterangan : 
sintax diatas sudah mencakup setting IP , fram relay , dan routing EIGRP 


4. lalu masuk ke router 1 (sebelah kanan) dan jalankan sintax berikut:
Router>enRouter#conf terRouter(config)#int gi 0/0Router(config-if)#ip add 192.168.2.254 255.255.255.0Router(config-if)#no shutRouter(config-if)#int se 0/0/0Router(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0Router(config-if)#no shutRouter(config-if)#encapsulation frame-relay Router(config-if)#frame-relay map ip 12.12.12.1 301 broadcast Router(config-if)#router eigrp 1Router(config-router)#network 192.168.2.0Router(config-router)#network 172.16.1.0Router(config-router)#no auto-summary 
keterangan : 
sintax diatas sudah mencakup setting IP , fram relay , dan routing EIGRP 


5. setelah itu masuk ke cloud >> config >> serial 0, di situ tambahkan nama DLC tadi pertma yang router 0 yaitu 103 lalu beri nama R1-R2 (opsional), setelah itu klik add

6. setelah itu serial 1 dan seperti sebelumnya masukan DLCnya kalo di router 1 DLC tadi kita setting 301 dan untuk namanya beri R2-R1(opsional) dan klik add

7. setalah itu kita masuk ke menu frame relay >> pada port masukan serial 0 lalu sublinknya yang tdi di setting di serial 0 yaitu R1-R2, dan port selanjutnya serial 1 dan sublinknya R2-R1 lalu klik add


8. setelah itu kita setting IP pada client
9. Laptop 0 gatewaynya gunakan ip router 0 interface gi 0/0 :

10. Laptop 1 gatewaynya gunakan ip router 1 interface gi 0/0 :


11. setelah itu kita tes dengan ping antar client

12. jika ping berhasil berarti konfiurasi frame relay telah berhasil



F. Referensi

  • pelatihan NIXTRAIN oleh ardes Setiawan
  • https://alfredoeblog.wordpress.com/2013/01/04/pengertian-frame-relay/

G. Hasil dan Kesimpulan

        Dengan Frame Relay ini kita dapat menghubungkan jaringan yang jauh seperti antar kota dll , karena frame relay ini menggunakan protokol dari jaringan WAN yang bekerja pada layer pertama dan kedua

Pelatihan CCNA NIXTRAIN Hari 5 : HSRP Oleh Ardes Setiawan

Assalamualaikum wr.wb
Masih tetap dari pelatihan CCNA NIXTRAIN kali ini membahas tetang HSRP di cisco packet tracer

A. Pengertian

       HSRP adalah metode standar untuk memberikan ketersediaan jaringan yang tinggi dengan menyediakan First-hop redundancy untuk IP host pada LAN IEEE 802 dikonfigurasi dengan default gateway IP address. Sebuah jaringan dengan High availability menyediakan sarana alternatif yang mana semua infrastructure paths dan key server dapat diakses setiap saat. Hot Standby Router  rotocol (HSRP) adalah salah satu fitur perangkat lunak tersebut yang dapat dikonfigurasi untuk menyediakan Layer 3 redundansi untuk network host.
     Ini memungkinkan dua router interface untuk bekerja sama untuk menyajikan penampilan satu virtual router atau default gateway untuk host di LAN. Jadi dengan kata lain ketika salah satu router yang terconfigure dalam Hsrp nya down maka Link pada jaringan tersebut tetap berjalan, dikarenakan ip gateway yang di kenal si host adalah ip nya virtual router.
         HSRP mendefinisikan sebuah Standby router, dengan satu router sebagai Active Router. HSRP menyediakan gateway redundancy dengan sharing IP dan MAC address antara redundant gateways yang tergabung dalam HSRP yang sama.
HSRP Terminologi
Tabel menjelaskan beberapa istilah yang digunakan dengan HSRP.

Sebuah HSRP Group terdiri dari :

  • Satu aktif router
  • Satu siaga router
  • Satu virtual router
  • router Lainnya

       HSRP Active dan Standby Router mengirimkan hello message ke multicast address 224.0.0.2 User Datagram Protocol (UDP) port 1985.


B. Latar Belakang

metode ini dilakukan agar saat router down ada yang mengantisipasi jadi jaringan tidak akan mengalami downtime



C. Persiapan Software dan Hardware 

  • PC dengan sistem operasi bebas
  • aplikasi packet tracer
  • modul


D. Maksud dan Tujuan 

  1. Dapat memahami lebih dalam tentang traoubelshoot jaringan
  2. Dapat menkonfigurasi router agar bisa melakukan HSRP
  3. Dapat menerapkan fungsi HSRP dalam sebuah jaringan




E. Tahapan dan Pelaksanaan

1. buka aplikasi cisco packet tracer terlebih dahulu
2. lalu buat topologi seperti berikut :

3. konfigurasi IP pada lapto seperti topologi diatas dan untuk gateway beri IP HSRPnya
4. lalu masuk ke router 0(router atas) dan jalankan sintax berikut :

Router(config)#int gi 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#duplex auto
Router(config-if)#speed auto
Router(config-if)#standby 1 ip 192.168.1.1
Router(config-if)#standby 1 priority 120
Router(config-if)#standby 1 preempt
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int gi 0/1Router(config-if)#ip add 192.168.2.2 255.255.255.0Router(config-if)#duplex autoRouter(config-if)#speed autoRouter(config-if)#standby 2 ip 192.168.2.1Router(config-if)#standby 2 priority 120Router(config-if)#standby 2 preemptRouter(config-if)#no shut

5. lalu kita ganti konfigurasi di router 1 (router yang bawah) dengan menjalankan sintax berikut :
Router(config)#int gi 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.3 255.255.255.0
Router(config-if)#duplex auto
Router(config-if)#speed auto
Router(config-if)#standby version 2
Router(config-if)#standby 2 ip 192.168.1.1
Router(config-if)#int gi 0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.2.3 255.255.255.0
Router(config-if)#duplex auto
Router(config-if)#speed auto
Router(config-if)#standby version 2
Router(config-if)#duplex auto
Router(config-if)#standby 2 ip 192.168.2.1
 6. setelah dikonfigurasi port pada router akan menyala hijau semua :

 7. pada saat menyala hijau semua brati router dalam keadaan hidup saat seperti ini data akan melewati router yang memiliki priority terbesar, kalo di konfigurasi ini pada router atas
8. sekarang kita coba tes dengan ping :

9. sekarang matikan router yang atas , kita akan mencoba untuk melewatkan data ke router yang di bawah :

10. kita coba tes ping lagi :

11. disitu terbukti bahwa walaupun router yang di atas mati client masih tetap bisa berkomunikasi



F. Referensi

  • pelatihan NIXTRAIN oleh ardes Setiawan
  • https://delcosta.wordpress.com/2009/11/10/understanding-hsrp/


G. Hasil dan Kesimpulan

        Dari praktek diatas terbukti bahwa kita bisa membuat jalur backup untuk menanggulangi ketika terjadi down sehingga pada jaringan tidak terjadi downtime, karena akan sangat merugikan jika dalam suatu jaringan terjadi downtime