CISCO

A. CISCO Pendahuluan

        Cisco adalah sebuah perusahaan yang memiliki dua bidang usaha. Usaha yang pertama adalah didalam pembuatan hardware dan software yang berhubungan dengan jaringan komputer. Kemudian yang kedua adalah di bidang pendidikan yaitu dengan Cisco Networking Academy (CNA).
          Di kedua bidang usaha ini, Cisco telah memiliki nama yang besar dan menjadi sebuah perusahaan yang menguasai sebagian besar pangsa pasar peralatan jaringan dan pengembangan solusi terintegrasi di dunia.



B. CISCO System

            Cisco Systems Inc. NASDAQ: CSCO SEHK: 4333 merupakan perusahaan global dalam bidang telekomunikasi yang bermarkas di San José, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984. Perusahaan ini mempekerjakan 51.480 pekerja.

Gambaran perusahaan

             Produk dari perusahaan ini dapat ditemukan dari ruang tamu sampai ke perusahaan yang bergerak untuk skala internasional.Visi dari Cisco System.Inc (Cisco) yaitu “mengubah bagaimana cara hidup,bekerja,bermain dan belajar”,dan bagian dari Slogan dari Cisco adalah “ Selamat datang kedalam dunia Jaringan “ (welcome to the human network).Cisco adalah salah satu produk untuk Teknologi Informasi nomor satu didunia,terutama untuk sytem,perangkat keras jaringan serta telekomunikasinya.

Deskripsi Bisnis Perusahaan

         Cisco System (Cisco) menjual jaringan dan komunikasi teknologi   , peralatan dan pelayanan untuk transportasi data, suara dan video ke seluruh dunia. Produk perusahaan dan pelayanan terdiri dari beberapa kategori diantaranya adalah router, swicth, network access, IP telephony, keamanan, Jaringan fiber optik, jaringan data center, jaringan via sinyal, jaringan untuk rumah, dukungan layanan teknis dan pelayanan jaringan.
        Produk Cisco di tujukan kepada korporate bisnis, institusi umum, perusahaan telekomunikasi dan segala jenis ukuran bisnis juga sampai ke rumah rumah. Perusahaan Cisco juga menyediakan produk yang digunakan untuk mengantar data, suara, video untuk antar gedung, antar kampus dan seluruh dunia. Model pengelolaan bisnis Cisco lebih ke globalisasi dan termanagement melalui 5 bagian negara yaitu ; Canada, Eropa, Asia pasifik dan jepang serta market yang ada.
            Untuk Sekedar informasi, bisnis perusahaan ini bergerak di dua bagian segment yaitu produk dan pelayanan. Dan untuk kedepan, produk akan dibagi lagi menjadi 4 bagian yaitu : router, switches, teknologi terbaru dan yang lainnya.
            Produk Cisco routing menawarkan fitur yang terdepan untuk menaikan kemampuan system, keamanan, kestabilan dan performa yang baik dalam pengiriman data informasi. Teknologi Routing di ciptakan untuk Internet dan intranet. Router digunakan untuk menyambungkan beberapa jaringan komputer, mengantarkan informasi, diantaranya data, suara dan video untuk satu jaringan ke jaringan lain. Perusahaan Cisco menawarkan router dengan beberapa penawaran, untuk perusahaan yang bergerak di bagian infrastruktur jaringan, untuk ISP (Internet Service Provider) dan perusahaan besar yang menggunakan router untuk diakses oleh semua orang.
            Produk Cisco Switching menawarkan bermacam macam model koneksi yang digunakan oleh pelanggan. Kumpulan komputer dan server dan fungsi untuk mengumpulkan semua LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Switch adalah produk yang menggabungkan beberapa teknologi jaringan yang digunakan untuk gedung gedung dan kampus yang biasanya disebut LAN dan untuk melalui beberapa kota biasa disebut dengan MAN, serta teknologi yang melalui beberapa daerah yang biasa disebut dengan WAN. Cisco mengenalkan beberapa produk diantaranya: Ethernet, gigabit Ethernet, 10-gigabit Ethernet, sikronis transfer data, SONET (packet over synchronous optical network) dan multi-protocol label switching.
             Keuntungan teknologi Cisco untuk kedepanya menawarkan produk dan pelayanan melalui jaringan komputer serta komunikasi. Kategori dari produk dan pelayanan yang ditawarkan termasuk aplikasi pelayanan jaringan, jaringan rumah, perusahaan kecil, jaringan optik, keamanan, jaringan data center, komunikasi, sistem video dan teknologi wireless.


C. Packet Tracer

          Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Fitur Packet Tracer

        Packet Tracer terbaru yaitu versi 6.2. Dalam  versi ini  dapat  mensimulasikan Application Layer protocols, Routing dasar RIP, OSPF, dan EIGRP, sampai tingkat yang dibutuhkan pada kurikulum CCNA yang berlaku, sehingga bila dilihat sekilas software ini bertujuan untuk kelas CCNA.
          Taget Packet Tracer yaitu menyediakan simulasi jaringan yang real, namun terdapat beberapa batasan berupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat aslinya yaitu pengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga Packet Tracer tidak bisa digunakan untuk memodelkan jaringan produktif/aktif. Dengan keluarnya versi 6, beberapa fitur ditambahkan, termasuk fitur BGP. BGP memang bukan termasuk kurikulum CCNA, akan tetapi termasuk kurikulum CCNP.

Digunakan di pendidikan

           Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.

D. Sertifikasi Cisco

         Cisco memiliki sejumlah sertifikasi yang tersedia disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan pemahaman dari siswa. Masing-masing sertifikasi memiliki masa berlaku 3 tahun dan harus mengikuti tes ulang untuk memperpanjang sertifikasi tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dari alumni CNA sehingga tetap meningkatkan pengetahuan di bidang teknologi jaringan yang bersifat dinamis.

Sertifikasi Level Associate

           Untuk skala pemula, bisa mengambil sertifikasi berjudul Cisco Certified Entry Networking Technician atau Cisco Certified Network Associate (CCNA). Namun untuk yang ada di Indonesia CCNA adalah sertifikasi yang paling populer dibandingkan dengan CCENT, dan merupakan sertikasi dasar sebelum menuju ke sertifikasi selanjutnya.
          Setelah mengetahui dasar jaringan, konsep, operasi dan penyelesaian masalah serta konfigurasi dasar keamanan jaringan, siswa bisa mengambil lagi sertifikasi-sertifikasi lanjutan yang bersifat lebih spesifik.
  1. CCNA Security
  2. CCNA Voice dan CCVP
  3. CCNA Wireless
         Selain mempelajari bagaimana mengelola dan mengoperasi perangkat Cisco, terdapat juga kurikulum untuk bagaimana merancang susunan solusi perangkat Cisco dalam berbagai kondisi dengan mengambil sertifikasi Cisco Certified Design Associate (CCDA).

Sertifikasi Profesional

          Untuk bisa mengambil sertifikasi profesional ini, dibutuhkan sertifikasi awal yaitu CCNA yang masih valid. Beberapa macam sertifikasi profesional antara lain:
  1. Cisco Certified Network Professional (CCNP)
  2. Cisco Certified Design Professional (CCDP)
  3. Cisco Certified Internetwork Professional (CCIP)
  4. Cisco Certified Security Professional (CCSP)
  5. Cisco Certified Voice Professional (CCVP)

Sertifikasi Expert (Ahli/pakar)

           Sertifikasi ini ada dua macam. Cisco Certified Design Expert (CCDE) adalah sertifikasi yang diberikan kepada siswa yang mampu melakukan segala hal yang ada pada level Sertifikasi di bawah-nya dan mampu melakukan optimalisasi, mengembangkan solusi serta mampu memberikan dukungan teknis maupun strategis secara berlanjut. Yang kedua adalah Cisco Certified Internetwork expert (CCIE). Sertifikasi ini adalah sertifikasi tertinggi di CNA. CCIE adalah tingkat ujian yang paling susah dan diharapkan akan mampu memahami pengetahuan Cisco baik hardware, software, solusi dan juga konsultasi.

 

 

REFERENSI

https://ahmadhanafi.wordpress.com/2010/04/23/tentang-cisco-layanan-dan-sertifikasi/ 

https://id.wikipedia.org/wiki/Packet_Tracer
https://id.wikipedia.org/wiki/Cisco_Systems

SWITCHING

A. Pengertian Switching

Switching adalah sistem elektronik yang dapat dipakai untuk menghubungkan jalur komunikasi.
Jaringan switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.
Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchangesyang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.

B. Jenis Switching

   a. Circuit Switching

            Dalam dunia telekomunikasi, jaringan circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated di antara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.
             Untuk call setup dan pengendalian (dan keperluan administratif lainnya) dapat digunakan sebuah kanal pensinyalan yang dedicated dari node terakhir ke jaringan. ISDN adalah salah satu layanan yang menggunakan sebuah kanal pensinyalan terpisah. Plain Old Telephone Service (POTS) tidak memakai pendekatan ini.
        Sebuah metode untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchanges yang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.
         Sistem telepon zaman dahulu merupakan contoh penggunaan circuit switching. Pelanggan meminta operator untuk menghubungkan mereka dengan pelanggan lain, yang mungkin berada pada yang sama, atau melalui sebuah inter-exchange link dan operator lain. Di manapun posisi para pelanggan ini, tetap terbentuk sebuah koneksi antar telepon kedua pelanggan selama hubungan telepon berlangsung. Kawat tembaga yang sedang digunakan untuk koneksi ini tidak dapat digunakan untuk hubungan telepon lain, walaupun para pelanggan ini tidak sedang berbicara dan jalur ini dalam kondisi tidak digunakan (silent).
         Akhir-akhir ini sudah dapat dilakukan multiplexing terhadap berbagai koneksi yang terdapat pada sebuah konduktor, namun demikian tetap saja setiap kanal pada link yang mengalami multiplexing selalu berada pada salah satu dari dua kondisi ini : dedicated pada sebuah koneksi telepon, atau dalam keadaan idle. Circuit switching mungkin relatif tidak efisien karena kapasitas jaringan bisa dihabiskan pada koneksi yang sudah dibuat tapi tidak terus digunakan (walaupun hanya sebentar). Di sisi lain, keuntungannya adalah cepatnya membuat koneksi baru, dan koneksi ini bisa digunakan dengan leluasa selama dibutuhkan.
          Pendekatan lain adalah packet switching yang membagi data yang akan dikirimkan (misalnya, suara digital atau data komputer) menjadi kepingan-kepingan yang disebut paket, yang lalu dikirimkan melewati sebuah shared network. Jaringan packet switching tidak membutuhkan sebuah sirkuit khusus untuk melakukan koneksi. Dengan pendekatan ini banyak pasangan node dapat melakukan komunikasi yang hampir simultan pada kanal yang sama. Dengan tiadanya koneksi yang dedicated, masing-masing paket yang diberikan dilengkapi dengan alamat tujuan sehingga jaringan dapat mengirimkan paket tersebut ke tujuan yang diinginkan.

 

B. Packet Switching

Sambungan paket (bahasa Inggris: Packet switching) adalah metode jaringan komunikasi digital yang dikelompokkan menurut semua data yang ditransmisikan, terlepas dari konten, jenis, atau struktur kedalam blok yang sesuai dengan ukuran yang disebut paket.

Kelebihan dari paket Switching

  • Jalur efisiensi yang lebih besar
    • Jalur dari simpul ke simpul dibagi secara dinamik beberapa paket sepanjang waktu.
    • Paket diantrikan dan ditransmisi secepat mungkin.
  • Konversi rate data
    • Setiap stasiun terhubung ke simpul lokal pada rate data yang sesuai.
    • Simpul penyangga /buffer data di butuhkan untuk penyangga rate.
  • Paket dapat diterima meskipun sedang sibuk
    • Pengiriman dapat saja terlambat.
  • Skala Prioritas dapat digunakan

Teknik Switching

  • Stasiun pemecah pesan yang panjang dalam bentuk paket
  • Paket dikirim segera ke jaringan
  • Paket dikemas dalam 2 cara
    • Datagram (sebuah paket data yang mengandung alamat terminal atau komputer yang dituju dan bersifat bebas/terpisah dari paket lain yang berkaitan dengan transaksi yang sama)
    • Sirkuit Virtual
      • Rute sudah direncanakan dahulu, sebelum paket-paket dikirim.
      • Koneksi dibangun antara permintaan dan penerimaan.
      • Setiap paket mempunyai identifikasi sirkuit virtual sebagai alamat tujuan.
      • Setiap paket dapat mencari jalur sendiri.

Perbandingan Circuit Virtual dan Datagram

Circuit Virtual

Jaringan dapat melakukan deretan dan kontrol kesalahan.
  • Paket diteruskan lebih cepat(tidak perlu jalur khusus).
  • Kurang handal (Simpul mengalami kegagalan seluruh sirkuit virtual yang melintasi simpul bisa hilang).

Datagram

  • Panggilan untuk setup fase dapat dihindari (lebih baik daripada paket-paket yang sedikit).
  • Lebih fleksible (jika terjadi kegagalan paket berikutnya dapat menemukan rute pengganti).

Operasi Eksternal dan Internal Circuit Vitual dan Datagram

  • Interfase antara stasiun dan simpul Orientasi koneksi
    • Semua paket diidentifikasikan sebagai milik koneksi logik tertentu dan diberi nomor berurutan, sebagai layanan Eksternal Virtual Circuit, mis. X2G.
  • Tanpa Koneksi
    • Paket ditangani terpisah, sebagai layanan External Datagram, yang berbeda dengan operasi Internal diagram.

 REFERENSI

http://dwielinda.blogspot.co.id/2014/08/pengertian-switching-switching-adalah.html#.V56kwe21n7g  

https://id.wikipedia.org/wiki/Sambungan_paket

https://id.wikipedia.org/wiki/Circuit_switching


VTP ( Vlan Trunking Protocol )

Assalamualaikum wr.wb
Sekarang kita ke tahap lebih lanjut tentang Vlan. Setelah kita belajar membuat dan menghubungkan vlan di lab ini saya akan membahas cara meng-advertise vlan. Yaitu dengan menggunakan VTP atau Vlan Trunking Protocol.


A. Pengertian

VTP adalah adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar  yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.
VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Kelemahan cara ini adalah banyaknya port switch yang menghubungkan switch tersebut. Cara ini juga lebih manual, membutuhkan lebih banyak waktu, dan sulit untuk dikelola. Oleh karena itu, muncullah VLAN trunking yang bertujuan untuk menghubungkan switch dengan interlink (uplink) kecepatan tinggi, dan beberapa VLAN dapat berbagi satu kabel. 
Trunk link tidak dibuat untuk satu VLAN tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati antar-switch dengan mengguunakan satu trunk link.Adalah mungkin untuk menghubungkan dua switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun dengan semakin banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah dengan cepat.



B. Latar Belakang

VTP ini berguna untuk jaringan yang berskala besar karena dengan VTP ini kita dapat mengenalkan vlan - vlan yang terhubung denganya, dengan begitu pada jaringan yang besar dan meliputi banyak vlan dapat di permudah mengunakan VTP ini







C. Persiapan Software dan Hardware 
  • PC dengan sistem operasi bebasi
  • aplikasi packet tracer
  • modul



D. Maksud dan Tujuan

  1. Dapat memahami lebih dalam tentang Switch
  2. Dapat mengatur VTP pada switch
  3. Dapat menerapkan fungsi VTP pada Switch
 
E.Tahapan dan Pelaksanaan 
  1. buka aplikasi cisco paket tracer terlebih dahulu
  2. lalu buatlah topologi seperti gambar di bawah ini :
  3.  setting pada semua switch menjadi trunk dengan menjalankan sintax berikut di setiap switch :
    Switch>en
    Switch#conf
    Configuring from terminal, memory, or network [terminal]?
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    Switch(config)#int range fa 0/1-2
    Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
  4. masuk ke switch pertama lalu jalankan sintak berikut :
    Switch(config-if-range)#int vlan 1
    Switch(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
    Switch(config-if)#no sh
     
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan1, changed state to up
     
    %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan1, changed state to up
     
    Switch(config-if)#vtp mode server
    Device mode already VTP SERVER.
    Switch(config)#vtp domain ilham
    Changing VTP domain name from NULL to ilham
    Switch(config)#vtp password rahasia
    Setting device VLAN database password to rahasia
  5. lalu jalankan pula pada switch ke dua :
    Switch(config-if-range)#int vlan 1
    Switch(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
    Switch(config-if)#no sh
     
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan1, changed state to up
     
    %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan1, changed state to up
     
    Switch(config-if)#vtp mode transparent
    Setting device to VTP TRANSPARENT mode.
    Switch(config)#vtp domain ilham
    Domain name already set to ilham.
    Switch(config)#vtp password rahasia
    Setting device VLAN database password to rahasia
  6.  lalu pada switch ke tiga :
    Switch(config)#int vlan 1
    Switch(config-if)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0
    Switch(config-if)#no sh
    Switch(config-if)#vtp mode client
    Device mode already VTP CLIENT.
    Switch(config)#vtp domain ilham
    Domain name already set to ilham.
    Switch(config)#vtp password rahasia
    Password already set to rahasia
    Switch(config)#
  7. lalu pada switch ke empat :
    Switch(config-if-range)#int vlan 1
    Switch(config-if)#ip address 192.168.1.4 255.255.255.0
    Switch(config-if)#no sh
     
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan1, changed state to up
     
    %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan1, changed state to up
     
    Switch(config-if)#vtp mode server
    Device mode already VTP SERVER.
    Switch(config)#vtp domain ilham
    Domain name already set to ilham.
    Switch(config)#vtp password rahasia
    Setting device VLAN database password to rahasia
    Switch(config)#
  8. lalu buat vlan pada switch pertama dan beri nama A :
    Switch(config)#vlan 10
    Switch(config-vlan)#name A
  9. lalu buat juga di switch kedua dan beri nama B :
    Switch(config)#vlan 10
    Switch(config-vlan)#name B
    VLAN #20 and #10 have an identical name: B
    Switch(config-vlan)#
  10. lalu pada switch ketiga dan beri nama C :
    Switch(config)#vlan 10
    VTP VLAN configuration not allowed when device is in CLIENT mode.
    Switch(config)# 
    karena switch ketiga VTP nya client jadi dia tidak bisa membuat Vlan
     
  11. lalu buat pada switch ke empat dan beri nama D:
    Switch(config)#vlan 10
    Switch(config-vlan)#name D
    VLAN #40 and #10 have an identical name: D
  12. setelah kita membuat Vlan sekarng coba kita tes apakah Vlan sudah berhasil dikenalkan oleh VTP atau belum dengan sintax "show vlan"
      
    dari gambar di atas menunjukan bahwa vlan D berhasil dikenalkan pada switch pertama
  13. alasan kenapa kok vlan B tidak terindentifikasi di swict pertama dan ke empat adalah karena vlan B menggunakan VTP tranparent, jadi vlan nya tidak akan terlihat tpi sebenarnya tetap di kenalkan
  14. sedangkan vlan C tidak ada karena pada switch ketiga disetting VTP client jadi switch tersebut tidak bisa membuat Vlan, hanya bisa memakai vlan dari server saja




F. Referensi
 
http://imchunkz.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-vtp-virtual-trunking-protocol.html



G.Hasil dan Kesimpulan 

dari praktek di atas menunjukan bahwa fungsi VTP dapat menyikronasikan Vlan- vlan yang ada di switch sehingga dapat di gunakan oleh switch lain, jadi hal tersebut dapat mempermudah pengaturan dalam suatu jaringan yang besar yang harus menggunakan Vlan yang banyak

Cara membuat switch dapat diremote lewat Telnet pada cisco paket tracer

Assalamualaikum wr.wb
dari tutorial sebelumnya menunjukan bahwa fungsi switch cukup banyak, kali ini saya menunjukan agar Switch bisa kita konfigurasi lewat PC dengan melalui telnet
 A. Pengertian

Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan pada Internet atau Local Area Network untuk menyediakan fasilitas komunikasi berbasis teks interaksi dua arah yang menggunakan koneksi virtual terminal. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.



B. Latar Belakang

dengan telnet kita dapat meremote Switch dari PC, dengan begitu kita dapat mempermudah pengkonfigurasian Swicth karena jika kita ingin mengkonfigurasi kita tidak perlu dari switch nya langsung, hal ini juga menambah efisiensi waktu di dalam jaringan yang sangat besar



C. Persiapan Software dan Hardware

  • PC dengan sistem operasi bebasi
  • aplikasi packet tracer
  • modul


D.Maksud dan Tujuan

  1. Dapat memahami lebih dalam tentang Switch
  2. Dapat mengatur Telnet pada Switch
  3. Dapat menerapkan fungsi Telnet pada Switch






E.Tahapan dan Pelaksanaan
  1. buka aplikasi cisco terlebih dahulu
  2. buat topologinya menjadi seperti dibawah ini :
  3. lalu masuk ke switch dan jalankan perintah berikut :
    Switch>en
    Switch#conf ter
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    Switch(config)#vlan 10
    Switch(config-vlan)#ex
    Switch(config)#int range fa 0/1-4
    Switch(config-if-range)#switchport mode access
    Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if-range)#ex
    Switch(config)#int vlan 10
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan10, changed state to up

    %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan10, changed state to up

    Switch(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
    Switch(config-if)#ex
    Switch(config)#line vty 0 2 --> merupakan jumlah user yaitu 0 -
    Switch(config-line)#password ilham
    Switch(config-line)#exit
    Switch(config)#
  4. lalu setting pada setiap PC dan beri gateway nya sesuai dengan IP Vlan tadi
  5. PC 0 :
  6. PC 1 :
  7. PC 2 :
  8. PC 3 :
  9. lalu kita  coba dengan masuk ke cmd pada PC lalu jalankan sintak "telnet [IP Switch] setelah itu masukan password sepert yang tadi di setting
  10. karena tadi jumlah user yang bisa melakukan telnet disetting 0 - 2 dengan kata lain cuma 3 user jadi jika saat user ke 4 mencoba login tidak akan bisa seperti gambar di bawah ini
F. Referensi 

https://id.wikipedia.org/wiki/Telnet


G.Hasil dan Kesimpulan 
 
hasilnya mennggunakan telnet akan membuuat konfigurasi suatu jaringan lebih efisien apalagi dalam hal efisiensi waktu, jumlah user yang bisa melakukan telnet tergantung dari konfigurasi awal tadi, jika melebihi itu tidak akan bisa

Membuat Switch menjadi DHCP Server pada cisco packet tracer

Assalamualaikum wr.wb
dari tutorial sebelumnya menunjukan bahwa fungsi switch cukup banyak, kali ini saya menunjukan bahwa switch bisa juga untuk DHCP. untuk konfigurasi dasar - dasar nya bia lihat di konfigurasi sebelumnya


 A.Pengertian
 DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
            Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
            Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

Kelebihan DHCP
  1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
  2. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks. 
  3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off) 
  4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
  5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client. 
B. Latar Belakang
DHCP merupakan cara paling berguna untuk suatu jaringan yang besar karena dengan GHCP kita tidak perlu menyeting pc satu persatu, jadi lebih menghemat waktu dan meminimalisir kesalahan
C. Persiapan Software dan Hardware
  • PC dengan sistem operasi bebasi
  • aplikasi packet tracer
  • modul
D.Maksud dan Tujuan
 

  1. Dapat memahami switch layer 3
  2. Dapat mengatur DHCP sehingga bisa di dapat Vlan yang berbeda
  3. Dapat menerapkan fungsi DHCP server pada switch
E.Tahapan dan Pelaksanaan
  1. kita akan mulai dari konfigurasi yang sebelumnya, bisa di lihat disini
  2. lalu masuk switch dan jalan kan sintak berikut :
    Switch>en
    Switch#conf
    Configuring from terminal, memory, or network [terminal]?  
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    Switch(config)#ip dhcp pool 10
    Switch(dhcp-config)#network 192.168.10.0 255.255.255.0
    Switch(dhcp-config)#default-router 192.168.10.3
    Switch(dhcp-config)#ip dhcp excluded-address 192.168.10.4 192.168.10.10
    Switch(config)#ex
    Switch#
    %SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

    Switch#conf
    Configuring from terminal, memory, or network [terminal]?  
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    Switch(config)#ip dhcp pool 20
    Switch(dhcp-config)#network 192.168.20.0 255.255.255.0
    Switch(dhcp-config)#default-router 192.168.20.3
    Switch(dhcp-config)#ip dhcp excluded-address 192.168.20.4 192.168.20.10
    Switch(config)#ex
    Switch#
    %SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

  3.  lalu ubah settingan IP pada client menjadi dhcp :
  4. pada pc 0 :
  5. PC 1 :
  6. PC 2 :
  7. PC 3 :
  8. lalu kita tes ping dengan satu VLan dan berbeda Vlan

F. Referensi
https://hadi27.wordpress.com/pengertian-dan-kelebihan-dhcp/
G.Hasil dan Kesimpulan
dari praktek di atas menunjukan bahwa switch tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghubungkan Vlan namun juga bisa di gunakan untuk membuat DHCP server

Menghubungkan Beda Vlan dengan Switch Layer 3 di cisco packet tracer

Assalamualaikum wr.wb
tutorial ini sama dengan yang  sebelumnya yaitu menghubungkan vlan, jika yang sebelumnya menggunakan router kalau kali ini menggunakan switch layer 3


A.Pengertian

Layer 3 Switching memungkinkan komunikasi antar VLAN atau antar segmen jaringan dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan komunikasi kabel Ethernet pada umumnya. Komunikasi antar jaringan pada layer 3 biasa menggunakan piranti Router yang umum digunakan untuk komunikasi antar site lewat WAN Cloud.
Salah satu piranti Layer 3 Switching adalah GSM7324 NETGEAR layer 3 Switch. Layer 3 Switching sangat berguna untuk mengurangi latensi dan meningkatkan kinerja komunikasi antar segmen di suatu jaringan berskala business sedang sampai jaringan corporasi yang complex.
Penggunaan layer 3 Switching akan dapat membantu menyelesaikan masalah latensi komunikasi antar segmen dan juga batasan kinerja yang biasa digunakan oleh paket filtering yang menggunakan routing berdasarkan processor. Layer 3 Switching adalah technology LAN yang digunakan untuk meningkatkan kinerja routing antar VLAN dan tercapainya kecepatan forwarding transparent. NETGEAR GSM7324 layer 3 Switch memberikan semua akan kebutuhan Switching Layer 3.


B. Latar Belakang

tutorial ini merupakan lanjutan dari tutorial sebelumnya, karena dengan dapat menghubungkan 2 jaringan yang berbeda sangatlah penting dalam sebuah jaringan , dengan bantuan switch layer 3 ini kita dapat menghubungkan vlan yang berbeda





C. Persiapan Software dan Hardware

  • PC dengan sistem operasi bebasi
  • aplikasi packet tracer
  • modul


 D.Maksud dan Tujuan
  1. Dapat memahamiswitch layer 3
  2. Dapat mengatur VLAN pada masing masing switch
  3. Dapat menghubungkan vlan yang berbeda dengan switch layer 3



E.Tahapan dan Pelaksanaan

  1. buka aplikasi cisco paket tracernya
  2. lalu buatlah topologi seperti berikut
  3.  masuk ke switch lalu konfigurasi seperti ini :
    Switch>en        ---->  Untuk berpindah dari User Mode ke Privilege Mode
    Switch#conf  ---> Untuk berpindah dari Privilege ke Global Configuration
    Configuring from terminal, memory, or network [terminal]?
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    Switch(config)#vlan 10 ---> membuat vlan dengan ID 10
    Switch(config-vlan)#ex
    Switch(config)#vlan 20 ---> membuat vlan dengan ID 20
    Switch(config-vlan)#ex
    Switch(config)#int range fa 0/1-2 ---> masuk ke interface fa 0/1 dan 0/2
    Switch(config-if-range)#switchport mode access ---> membuat agar kedua interface tersebut menjadi mode acces
    Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10 ---> memasukan kedua interfaces tersebut ke VLAN 10
    Switch(config-if-range)#int range fa 0/3-4 ---> masuk ke interface fa 0/3 dan 0/4
    Switch(config-if-range)#switchport mode access -->  membuat agar kedua interface tersebut menjadi mode acces
    Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20 --> memasukan kedua interfaces tersebut ke VLAN 10
  4.  lalu lanjutkan dengan perintah berikut :
    Switch(config)#int vlan 10 --> masuk ke interface VLAN 10
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan10, changed state to up

    Switch(config-if)#ip address 192.168.10.3 255.255.255.0 --> menambahkan IP yang nantinya akan di jadikan gateway pada client
    Switch(config-if)#ex
    Switch(config)#int vlan 20 --> masuk ke interface VLAN 20
    Switch(config-if)#
    %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan20, changed state to up

    Switch(config-if)#ip address 192.168.20.3 255.255.255.0 --> enambahkan IP yang nantinya akan di jadikan gateway pada client
    Switch(config-if)#ex
    Switch(config-if)#ip routing --> untuk menhabungkan 2 network
  5. lalu kita beri gateway pada pc 0 :
  6. pada pc 1 :
  7. pada PC 2 :
  8. pada PC 3 :
  9. lalu kita tes dengan ping :



F.Referensi


http://www.jaringan-komputer.cv-sysneta.com/layer-3-switching



G.Hasil dan Kesimpulan

dengan switch layer 3 ini hasilnya kita berhasil menghungkan 2 Vlan atau network yang berbeda. karena pada switch ini ada proses routing dan pemasangan IP yang berfungsi sebagai gateway di client