Showing posts with label MIKROTIK. Show all posts
Showing posts with label MIKROTIK. Show all posts

routing ospf di mikrotik

assalamualaikum wr. wb.

        kali ini saya akan share tentang cara Mengkonfigurasi routing ospf di mikrotik sebelum itu kita harus mengerti tentang pengertian , fungsi karena dalam sebuah jaringan fungsi routing ospf sangat dibutuhkan untuk kemudahan efisiensi konfigurasi dalam ranah jaringan
A. Pengertian

Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.
OSPF termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki  kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra yang jauh lebih efisien dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya OSPF menggunakan protokol sendiri yaitu protokol 89.
Cara Kerja OSPF
Berikut adalah sedikit gambaran mengenai prinsip kerja dari OSPF:
  • Setiap router membuat Link State Packet (LSP)
  • Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour menggunakan Link State Advertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan BDR dalam 1 Area.
  • Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing.
  • Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router akan mengirimkan LSP  ke DR dan BDR melalui alamat multicast 224.0.0.6
  • LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan perhitungan ulang jalur terpendek.
Konfigurasi OSPF - Backbone Area
OPSF merupakan protokol routing yang menggunakan konsep hirarki routing, dengan kata lain OSPF mampu membagi-bagi jaringan menjadi beberpa tingkatan. Tingakatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan yaitu area.
OSPF memiliki beberapa tipe area diantaranya:
  • Bakcbone - Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab mendistribusikan informasi routing antara non-backbone area. Semua sub-Area HARUS terhubung dengan backbone secara logikal.
  • Standart/Default Area -> Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini menerima LSA intra-area dan inter-area dar ABR yang terhubung dengan area 0 (Backbone area).
  • Stub Area -> Area yang paling "ujung". Area ini tidak menerima advertise external route (digantikan default area).
  • Not So Stubby Area -> Stub Area yang tidak menerima external route (digantikan default route) dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan external route dari router yang masih dalam 1 area.



B. Latar Belakang 
Latar Belakang dari kegiatan kali ini adalah OSPF merupakan bagian dari routing dinamic sehingga mudah dalam konfigurasi dan dapat diterapkan di jaringan yang amat besar.



C. Maksud dan Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini untuk menghubungkan jaringan yang berada dalam satu AS. Itu tujuan sebenarnya jika kita menghadapi didunia nyata, tapi karena kita hanya di packet tracer kita cukup menghubungkan jaringan yang berbeda network saja.



D. Alat dan bahan

- Dua buah router mikrotik atau lebih
- Koneksi antar router
- PC untuk meremote router dan juga sebagai client


E. Tahap dan Langkah Kegiatan  1. Kita buat terlebih dahulu topologi yang akan kita gunakan dalam konfigurasi routing dinamis OSPF ini



2. Selanjutnya pasang alat-alat yang diperlukan sesuai dengan topologi di atas.

3. Yang pertama kita lakukan adalah mengkonfigurasi mikrotik1 kita, untuk melakukannya kita akses mikrotik tersebut dengan menggunakan aplikasi winbox.exe dengan bantuan aplikasi wine.

4. Pada winbox, di tab neighbor akan terdeteksi mikrotik-mikrotik yang terhubung dengan laptop kita. Untuk mengakses mikrotik kita hanya perlu mengklik MAC Addressnya kemudian klik "Connect".

5. Agar kita mudah dalam mengenal mikrotik kita jika nantinya terdapat banyak mikrotik yang terdeteksi, maka kita harus memberi identitas pada mikrotik kita dengan cara klik pada System --> Identity.

6. Beri identitas pada mikrotik anda, contohnya disini Mikrotik-1. Kemudian klik "Apply" dan klik "OK".

7. Selanjutnya kita setting IPnya dengan cara klik pada IP --> Addresses.

8. Untuk membuat settingan ip baru, klik pada simbol "+".

9. Pertama kita setting untuk IP interface ether2 nya, masukkan IP pada kolom "Address" dan masukkan interface mana yang akan digunakan pada kolom "interface". Pengaturan IP ini kita sesuaikan dengan topologi yang telah kita buat, klik Apply dan OK untuk menerapkan konfigurasi.

10. Atur juga untuk IP pada interface ether4 Mikrotik-1.

11. Sehingga hasilnya akan seperti di bawah ini.

12. Selanjutnya kita atur routing dinamis OSPFnya dengan cara klik pada menu "Routing" --> dan pilih "OSPF".

13. Berpindahlah ke tab "Instances", kemudian klik pada default.

14. Pada pengaturan OSPF Instances, di kolom "Resdritibute Connected Routes" pilihlah "as type 1". Kemudian klik Apply dan OK.

15. Untuk mendaftarkan atau mengadvertise network yang akan di routing OSPF, berpindahlah ke tab "Network" kemudian klik pada simbol "+" (add).

16. Dalam routing dinamis OSPF, untuk menghubungkan beberapa network didalam suatu jaringan kita hanya perlu mengadvertise atau mendaftarkan network yang secara direct atau secara langsung terhubung dengan router tersebut. Nanti untuk routingnya atau pencarian network tujuannya, si router akan mencarinya sendiri secara otomatis. Contohnya saja disini network yang terhubung langsung dengan mikrotik-1 adalah network 10.10.10.0/24 dan 192.168.1.0/24, jadi nanti kita hanya perlu mendaftarkan kedua network tersebut.

17. Selanjutnya pada jendela "New OSPF Network" kita masukkan ip network 10.10.10.0/24(ip network jairngan Mikrotik1 dengan Mikrotik2 yang terhubung langsung dengan Mikrotik1) di kolom network dan pada kolom Area kita pilih dengan backbone. Dalam OSPF area backbone wajib ada karena area ini merupakan area induk dari area-area lain. Klik Apply dan OK.

18. Lalu tambahkan lagi network yang terhubung langsung dengan Mikrotik-1 yaitu network 192.168.1.0/24 (network antara Mikrotik-1 dengan Laptop1) ke dalam OSPFnya. Pilih area backbone, kemudian klik Apply dan OK.

19. Setelah semua konfigurasi pada Mikrotik-1 telah selesai, selanjutnya kita beralih ke pengaturan pada Mikrotik-2. Akses mikrotik 2 anda dengan winbox dan berilah identitas pada mikrotik tersebut.

20. Lalu kita setting IPnya dengan cara klik pada IP --> Addresses.

21. Untuk membuat settingan ip baru, klik pada simbol "+".

22. Pertama kita setting untuk IP interface ether2 nya, masukkan IP pada kolom "Address" dan masukkan interface mana yang akan digunakan pada kolom "interface". Pengaturan IP ini kita sesuaikan dengan topologi yang telah kita buat, klik Apply dan OK untuk menerapkan konfigurasi.

23. Atur untuk IP pada interface ether4 Mikrotik-2 yang nantinya mengarah ke laptop2.

24. Atur juga untuk IP pada interface ether3 Mikrotik-2 yang nantinya mengarah ke Mikrotik-1.
 

25. Sehingga hasilnya akan seperti di bawah ini.
 

26. Selanjutnya kita atur routing dinamis OSPFnya dengan cara klik pada menu "Routing" --> dan pilih "OSPF".

27. Berpindahlah ke tab "Instances", kemudian klik pada default.

28. Pada pengaturan OSPF Instances, di kolom "Resdritibute Connected Routes" pilihlah "as type 1". Kemudian klik Apply dan OK.

29. Untuk mendaftarkan atau mengadvertise network yang akan di routing OSPF, berpindahlah ke tab "Network" kemudian klik pada simbol "+" (add).

30. Dalam routing dinamis OSPF, untuk menghubungkan beberapa network didalam suatu jaringan kita hanya perlu mengadvertise atau mendaftarkan network yang secara direct atau secara langsung terhubung dengan router tersebut. Nanti untuk routingnya atau pencarian network tujuannya, si router akan mencarinya sendiri secara otomatis. Contohnya saja disini network yang terhubung langsung dengan mikrotik-2 adalah network 10.10.10.0/24, 192.168.2.0/24 dan 20.20.20.0/24 , jadi nanti kita hanya perlu mendaftarkan ketiga network tersebut.


31. Selanjutnya pada jendela "New OSPF Network" kita masukkan ip network 10.10.10.0/24(ip network jairngan Mikrotik1 dengan Mikrotik2 yang terhubung langsung dengan Mikrootik2) di kolom network dan pada kolom Area kita pilih dengan backbone. Dalam OSPF area backbone wajib ada karena area ini merupakan area induk dari area-area lain pada routing OSPF. Klik Apply dan OK.

32. Tambahkan network yang terhubung langsung dengan Mikrotik-2 yaitu network 192.168.2.0/24 (network antara Mikrotik-2 dengan Laptop2) ke dalam OSPFnya. Pilih area backbone, kemudian klik Apply dan OK.

33. Tambahkan lagi network yang terhubung langsung dengan Mikrotik-2 yaitu network 20.20.20.0/24 (network antara Mikrotik-2 dengan Mikrotik3) ke dalam OSPFnya. Pilih area backbone, kemudian klik Apply dan OK.

34. Setelah semua konfigurasi pada Mikrotik-2 telah selesai, selanjutnya kita beralih ke pengaturan pada Mikrotik-3. Akses mikrotik 3 anda dengan winbox dan berilah identitas pada mikrotik tersebut.

35. Selanjutnya kita setting IPnya dengan cara klik pada IP --> Addresses.

36. Untuk membuat settingan ip baru, klik pada simbol "+".

37. Pertama kita setting untuk IP interface ether3 nya, masukkan IP pada kolom "Address" dan masukkan interface mana yang akan digunakan pada kolom "interface". Pengaturan IP ini kita sesuaikan dengan topologi yang telah kita buat, klik Apply dan OK untuk menerapkan konfigurasi.

38. Atur juga untuk IP pada interface ether4 Mikrotik-3 yang mengarah ke laptop3.

39. Sehingga hasilnya akan seperti di bawah ini.

 40. Selanjutnya kita atur routing dinamis OSPFnya dengan cara klik pada menu "Routing" --> dan pilih "OSPF".

41. Berpindahlah ke tab "Instances", kemudian klik pada default.

42. Pada pengaturan OSPF Instances, di kolom "Resdritibute Connected Routes" pilihlah "as type 1". Kemudian klik Apply dan OK.

43. Untuk mendaftarkan atau mengadvertise network yang akan di routing OSPF, berpindahlah ke tab "Network" kemudian klik pada simbol "+" (add).

44. Dalam routing dinamis OSPF, untuk menghubungkan beberapa network didalam suatu jaringan kita hanya perlu mengadvertise atau mendaftarkan network yang secara direct atau secara langsung terhubung dengan router tersebut. Nanti untuk routingnya atau pencarian network tujuannya, si router akan mencarinya sendiri secara otomatis. Contohnya saja disini network yang terhubung langsung dengan mikrotik-3 adalah network 20.20.20.0/24 dan 192.168.3.0/24, jadi nanti kita hanya perlu mendaftarkan kedua network tersebut.

45. Selanjutnya pada jendela "New OSPF Network" kita masukkan ip network 20.20.20.0/24(ip network jairngan Mikrotik3 dengan Mikrotik2 yang terhubung langsung dengan Mikrotik3) di kolom network dan pada kolom Area kita pilih dengan backbone. Dalam OSPF area backbone wajib ada karena area ini merupakan area induk dari area-area lain. Klik Apply dan OK.

 

46. Lalu tambahkan lagi network yang terhubung langsung dengan Mikrotik-1 yaitu network 192.168.3.0/24 (network antara Mikrotik-3 dengan Laptop3) ke dalam OSPFnya. Pilih area backbone, kemudian klik Apply dan OK.

47. Setelah semua konfigurasi pada ketiga router selesai, lakukanlah konfigurasi IP address dan gatewaynya pada masing-masing laptop sesuai dengan topologi yang telah dibuat, yaitu :
  • Laptop1 : IP = 192.168.1.2/24 ---> gateway = 192.168.1.1
  • Laptop2 : IP = 192.168.2.2/24 ---> gateway = 192.168.2.1
  • Laptop3 : IP = 192.168.3.2/24 ---> gateway = 192.168.3.1 




F. Kesimpulan

Dengan melakukan kegiatan Routing dinamis OSPF ini, kita dapat menghubungkan beberapa network yang berbeda jaringan dengan sangat mudahnya, dikarenakan kita hanya perlu mengadvertise atau mengenalkan network kita. Dan juga secara konfigurasi juga hampir sama dengan perangkat vendor-vendor lain.
 

G. Referensi
  • http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=154

konfigurasi EOIP pada mikrotik

assalamualaikum wr. wb. 
kali ini saya akan share tentang cara konfiurasi EOIP pada mirkotik

 

A. Pengertian 

Ethernet over IP (EoIP) Merupakan protocol pada Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk membangun sebuah Network Tunnel antar MikroTik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. EoIP merupakan protokol proprietary MikroTik (support juga di linux tetapi harus di-compile manual). Maka untuk menggunakan fitur ini, router di Head Office dan router di Branch Office harus sama - sama menggunakan router MikroTik. EoIP menggunakan Protocol GRE (RFC1701).

Keuntungan EOIP adalah :

  • Komunikasi jaringan jarak Jauh layaknya seperti dalam satu jaringan.
  • Biarpun jaringan kita mau melewati beberapa router mau 2,3 maupun 10 nggak ada masalah. maka hal ini dengan kita gunakan yg namanya EOIP tunnel sehingga dengan menggunakan EOIP tunnel ini maka jaringan yang kita tuju akan menjadi satu subnet dengan alokasi ip yang kita inginkan.
  • Lebih efisien
Sedangkan kerugian EOIP adalah : 
  
Dikarenakan melewati beberapa router yang berbeda .maka secara otomatis bisa membaca jaringan tetangganya atau router yang dilewati (biasanya dalam 1 hub) yang masuk, maka jaringan tersebut akan bisa dibaca. Jadi sangat2 rentan karena network kita bisa terbaca. Namun hal ini bisa dihindari yaitu dengan cara port scan yg di gunakan winbox itu kita tutup  di router yang bersangkutan dengan begitu walaupun kita scan berkali-kali tidak akan terlihat.

B. Latar Belakang 

Pada saat sebuah peruahaan memiliki kantor cabang, biasanya perusahaan menginginkan antara kantor pusat dengan kantor cabang bisa saling interkoneksi. Dapat melakukan file sharing, VOIP, dan kebutuhan pertukaran informasi dalam jaringan lainnya. Masalah muncul apabila ternyata kantor pusat dengan kantor cabang berbeda kota. Akan butuh biaya mahal jika harus membangun infrastruktur kabel/wireless/fiber-optic yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor pusat dengan kantor cabang. MikroTik memberikan solusi yang cukup ekonomis dan reliable untuk masalah ini, salah satunya dengan Tunnelling 
EOIP ini.

C. Maksud dan Tujuan
Kegiatan ini bermaksud agar kita bisa melakukan konfigurasi dan memahami tentang konsep dari EOIP pada mikrotik ini, sedangkan tujuannya adalah untuk menghubungkan antar jaringan lokal yang saling berjauhan.

D. Alat dan bahan

  • 2 Laptop
  • 2 Mikrotik RB 750
  • 4 Kabel UTP tipe Cross
  • Koneksi  internet

 

E. Tahap dan Langkah Kegiatan  Sebelum melakukan konfigurasi EOIP, kita buat terlebih dahulu topologinya seperti gambar di bawah ini.


2. Hubungkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan topologi diatas.

3. Selanjutnya kita akses mikrotik kita melalui aplikasi Winbox.exe dengan bantuan Wine.
 
4. Untuk mengakses mikrotik kita, pada tab "neighbor" klik pada MAC Address dari Mikrotik kita dan kemudian klik "Connect".
 

5. Agar nantinya kita tidak bingung untuk mengidentifikasi atau mengenali mikrotik kita pada saat terdapat banyak mikrotik yang terhubung, maka hal yang perlu kita lakukan adalah memberikan identitas pada mikrotik kita. Caranya dengan membuka System --> identity.

6. Berikan identitas pada mikrotik anda sesuai dengan keinginan, contohnya disini saya memberinya nama dengan "Mikrotik-1", kemudian klik Apply dan OK.

7. Untuk menghubungkan mikrotik saya dengan internet, disini saya menggunakan PPPOE. Agar mikrotik kita mendapatka akses internet dari PPPOE Server bukalah pada Interface --> klik pada symbol "+" (Add).

8. Pilih PPPOE Client, karena kita bertindak sebagai client yang merequest koneksi internet dari PPPOE Server.

9. Pada tab General di kolom "name" aturlah nama untuk interface pppoe anda dan di kolom "interface" pilih interfacenya "eth1", karena interface ini yang mengarah ke internet.

10. masih di dalam pengaturan PPPOE Client, sekarang berpindahlah ke tab "Dial Out". Pada kolom "user" masukkan username PPPOE Client yang telah diberikan oleh PPPOE Server dan di kolom "Password" masukkan password dari user tersebut. Jika sudah, klik "Apply" dan "OK".

11. Selanjutnya pada jendela interface akan muncul interface baru yaitu "pppoe-out". interface ini merupakan interface dari PPPOE kita.

12. Coba anda cek pada IP --> address. Jika disana terdapat interface PPPOE tadi telah mendapatkan IP dari PPPOE server, berarti koneksi pppoe kita telah berhasil, dan bisa kita anggap bahwa mikrotik kita telah terkoneksi dengan internet.

13. Selanjutnya, kita lakukan konfigurasi pada Mikrotik-2. Akseslah mikrotik tersebut dengan klik MAC Address dari mikrotik tersebut pada tab neigbor, kemudian klik "connect".

14. Beri identitas seperti pada mikrotik-2 tadi dengan cara klik System --> identity.

15. Beri identitasnya sesuai dengan keinginan anda, contohnya disini saya memberi identitasya "Mikrotik-2"

16. Lakukan konfigurasi PPPOEnya dengan membuka menu interface --> klik pada symbol "+" (add).

17. Pada tab General di kolom "name" aturlah nama untuk interface pppoe anda dan di kolom interface pilih interfacenya "eth1", karena interface ini yang mengarah ke internet.

18. Beralihlah ke tab "Dial out", pada Pada kolom "user" masukkan username PPPOE Client yang telah diberikan oleh PPPOE Server dan dan di kolom "Password" masukkan password dari user tersebut. Usahakan untuk mikrotik-1 dan mikrotik-2 menggunakan username yang berbeda. Lalu klik "Apply" dan "OK".

19. Coba check pada IP --> address apakah interface dari PPPOE kita telah mendapat kan ip atau belum. Jika sudah seperti pada gambar di bawah ini, maka konfigurasi PPPOE Client yang anda lakukan sudah benar

20. Langkah selanjutnya berpindahlah lagi ke mikrotik-1 dan kita akan lakukan konfigurasi EOIPnya. Untuk melakukan konfigurasi EOIP, bukalah Interface --> klik pada symbol "+"(add) --> pilih EOIP Tunnel.

21. Pada konfigurasi EOIP tunnel di tab general, atur nama interface dari EOIP tunnel anda pada kolom "Name". Pada kolom "MTU" atur saja dengan 1500, pada kolom "remote address" masukkan ip yang didapat oleh Mikrotik-2 dari koneksi PPPOEnya tadi. Sedangkan Pada kolom "Tunnel ID" isikan saja sesuka anda, asalkan antara mikrotik-1 dengan mikrotik-2 nantinya mempunyai tunnel ID yang sama. Contonhnya disini tunnel IDnya saya isi dengan 10, jika sudah klik Apply dan OK.


22. Lalu kita buat sebuah interface bridge baru dengan cara klik pada interface --> klik pada symbol "+" (add) --> kemudian pilih "bridge".

23. Pada jendela pembuatan interface bridge baru, pada kolom "Name" massukkan nama yang ingin anda berikan untuk interface ini. Jika sudah, klik "Apply" dan "OK".

24. Kemudian kita akan mendaftarkan beberapa port interface ke dalam interface bridge yang telah kita buat, dengan cara klik pada Bridge --> pindah ke tab "Ports" --> klik pada simbol "+" (add). Penambahan beberapa port interface ke port bridge ini berfungsi agar antara interface 1 dengan yang lainnya bisa saling berhubungan. 

25. Pada kolom interface kita pilih "ether2" dan untuk interface bridgenya kita pilih interface bridge yang tadi telah kita buat yaitu "bridge1". Klik Apply dan OK.

26. Tambahkan lagi port interface ke dalam interface bridge, pada kali ini yang kita tambahkan adalah interface "eoip-tunnel1".  Pada kolom interface pilih interface "eoip-tunnel" dan pada kolom Bridge pilihlah interface "bridge1". Lalu klik Apply dan OK. Karena ether2 dan eoip-tunnel tadi kita daftarkan ke interface bridge, maka kedua port tersebut akan saling berhubungan.

27. Selanjutnya kita beralaih ke Mikrotik-2 untuk melakukan konfigurasi EOIPnya. Pada mikrotik-2 bukalah Interface --> klik pada symbol "+" --> pilih EOIP Tunnel.

28. Pada konfigurasi EOIP tunnel di tab general, atur nama interface dari EOIP tunnel anda pada kolom "Name". Pada kolom "MTU" atur saja dengan 1500 agar sama dengan Mikrotik-1, pada kolom "remote address" masukkan ip yang didapat oleh Mikrotik-1 dari koneksi PPPOEnya tadi. Sedangkan Pada kolom "Tunnel ID" isikan tunnel IDnya sama dengan Mikrotik-1 yaitu 10. Jika sudah klik Apply dan OK.
29.  Lalu kita buat sebuah interface bridge baru dengan cara klik pada interface --> klik pada symbol "+" (add) --> kemudian pilih "bridge".
30. Pada jendela pembuatan interface bridge baru, pada kolom "Name" massukkan nama yang ingin anda berikan untuk interface ini. Jika sudah, klik "Apply" dan "OK".

31. Kemudian kita akan mendaftarkan beberapa port interface ke dalam interface bridge yang telah kita buat, dengan cara klik pada Bridge --> pindah ke tab "Ports" --> klik pada simbol "+" (add). Penambahan beberapa port interface ke port bridge ini berfungsi agar antara interface 1 dengan yang lainnya bisa saling berhubungan. 

32. Pada kolom interface kita pilih "ether2" dan untuk interface bridgenya kita pilih interface bridge yang tadi telah kita buat yaitu "bridge1". Klik Apply dan OK.

33. Tambahkan lagi port interface ke dalam interface bridge, pada kali ini yang kita tambahkan adalah interface "eoip-tunnel1".  Pada kolom interface pilih interface "eoip-tunnel" dan pada kolom Bridge pilihlah interface "bridge1". Lalu klik Apply dan OK. Karena ether2 dan eoip-tunnel tadi kita daftarkan ke interface bridge, maka kedua port tersebut akan saling berhubungan.


34. Selanjutnya kita atur IP pada masing-masing laptop sesuai dengan topologi yang telah kita buat.
Konfigurasi IP pada Laptop1
Konfigurasi IP pada Laptop2

35. Untuk menguji konfigurasi EOIP tunnel tadi, kita lakukan ping dari laptop 1 ke laptop 2. Jika test ping anda berhasil, maka konfigurasi EOIP Tunnel pada mikrotik anda telah berhasil.
Ping dari Laptop 1 ke Laptop 2
 
Ping dari Laptop 2 ke Laptop 1

 

F. Kesimpulan
Dengan adanya teknologi tunnelling EOIP ini, membuat kita dimudahkan dalam menghubungkan antar jaringan lokal yang berjauhan. Selain itu bagi perusahaan pastinya teknologi ini sangat efisien karena kita dapat kita dapat menghubungkan antar jaringan lokal tersebut melalui internet,sehingga perusahaan tidak perlu membangun koneksi sendiri hanya untuk menghubungkan antar perusahaan. Dengan EOIP ini kta serasa berkomunikasi dalam satu jaringan yang dekat, padahal kita melakukan koneksi jarak jauh. 

 G. Referensi
  • http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=91
  • http://catatanblogkecil.blogspot.co.id/2013/12/konsep-eoip-tunnel-di-mikrotik.html 
  • Ebook : Materi Mikrotik MTCNA-05-2012.pdf