Showing posts with label CISCO. Show all posts
Showing posts with label CISCO. Show all posts

Pelatihan CCNA NIXTRAIN Hari 5 : Frame Relay Oleh Ardes Setiawan

Assalamualaikum wr.wb
Masih tetap dari pelatihan CCNA NIXTRAIN kali ini membahas tetang Frame Relay di cisco packet tracer


A. Pengertian

      Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice.

      Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.

Beberapa fitur frame relay adalah sebagai berikut:

  1. Kecepatan tinggi
  2. Bandwidth Dinamik
  3. Performansi yang baik/ Good Performance
  4. Overhead yang rendah dan kehandalah tinggi (High Reliability)



B. Latar Belakang

        frame relay ini telah banyak digunakan oleh jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN melewati Protokol WAN



C. Persiapan Software dan Hardware 

  • PC dengan sistem operasi bebas
  • aplikasi packet tracer
  • modul


D. Maksud dan Tujuan

  1. Dapat memahami lebih dalam tentang cara kerja jaringan jenis WAN
  2. Dapat mensimulasikan jaringan WAN dengan Relay Frame
  3. Dapat menerapkan fungsi Relay Frame dalam sebuah jaringan



E. Tahapan dan Pelaksanaan

1. buka aplikasi paket tracer terlebih dahulu :
2. setelah itu buat topologi seperti berikut :

3. masuk ke router 0 lalu jalankan perintah berikut :
Router>en
Router#conf
Router(config)#int gi 0/0
Router(config-if)#ip add  192.168.1.254 255.255.255.0
Router(config-if)#int gi 0/0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int se 0/0/0
Router(config-if)#ip add  12.12.12.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#encapsulation frame-relay
Router(config-if)#frame-relay map ip 12.12.12.2 103 broadcast
Router(config-if)#clock rate 128000
Router(config-if)#router eigrp 1
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 12.12.12.0
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#
keterangan : 
sintax diatas sudah mencakup setting IP , fram relay , dan routing EIGRP 


4. lalu masuk ke router 1 (sebelah kanan) dan jalankan sintax berikut:
Router>enRouter#conf terRouter(config)#int gi 0/0Router(config-if)#ip add 192.168.2.254 255.255.255.0Router(config-if)#no shutRouter(config-if)#int se 0/0/0Router(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0Router(config-if)#no shutRouter(config-if)#encapsulation frame-relay Router(config-if)#frame-relay map ip 12.12.12.1 301 broadcast Router(config-if)#router eigrp 1Router(config-router)#network 192.168.2.0Router(config-router)#network 172.16.1.0Router(config-router)#no auto-summary 
keterangan : 
sintax diatas sudah mencakup setting IP , fram relay , dan routing EIGRP 


5. setelah itu masuk ke cloud >> config >> serial 0, di situ tambahkan nama DLC tadi pertma yang router 0 yaitu 103 lalu beri nama R1-R2 (opsional), setelah itu klik add

6. setelah itu serial 1 dan seperti sebelumnya masukan DLCnya kalo di router 1 DLC tadi kita setting 301 dan untuk namanya beri R2-R1(opsional) dan klik add

7. setalah itu kita masuk ke menu frame relay >> pada port masukan serial 0 lalu sublinknya yang tdi di setting di serial 0 yaitu R1-R2, dan port selanjutnya serial 1 dan sublinknya R2-R1 lalu klik add


8. setelah itu kita setting IP pada client
9. Laptop 0 gatewaynya gunakan ip router 0 interface gi 0/0 :

10. Laptop 1 gatewaynya gunakan ip router 1 interface gi 0/0 :


11. setelah itu kita tes dengan ping antar client

12. jika ping berhasil berarti konfiurasi frame relay telah berhasil



F. Referensi

  • pelatihan NIXTRAIN oleh ardes Setiawan
  • https://alfredoeblog.wordpress.com/2013/01/04/pengertian-frame-relay/

G. Hasil dan Kesimpulan

        Dengan Frame Relay ini kita dapat menghubungkan jaringan yang jauh seperti antar kota dll , karena frame relay ini menggunakan protokol dari jaringan WAN yang bekerja pada layer pertama dan kedua

Pelatihan CCNA NIXTRAIN Hari 5 : HSRP Oleh Ardes Setiawan

Assalamualaikum wr.wb
Masih tetap dari pelatihan CCNA NIXTRAIN kali ini membahas tetang HSRP di cisco packet tracer

A. Pengertian

       HSRP adalah metode standar untuk memberikan ketersediaan jaringan yang tinggi dengan menyediakan First-hop redundancy untuk IP host pada LAN IEEE 802 dikonfigurasi dengan default gateway IP address. Sebuah jaringan dengan High availability menyediakan sarana alternatif yang mana semua infrastructure paths dan key server dapat diakses setiap saat. Hot Standby Router  rotocol (HSRP) adalah salah satu fitur perangkat lunak tersebut yang dapat dikonfigurasi untuk menyediakan Layer 3 redundansi untuk network host.
     Ini memungkinkan dua router interface untuk bekerja sama untuk menyajikan penampilan satu virtual router atau default gateway untuk host di LAN. Jadi dengan kata lain ketika salah satu router yang terconfigure dalam Hsrp nya down maka Link pada jaringan tersebut tetap berjalan, dikarenakan ip gateway yang di kenal si host adalah ip nya virtual router.
         HSRP mendefinisikan sebuah Standby router, dengan satu router sebagai Active Router. HSRP menyediakan gateway redundancy dengan sharing IP dan MAC address antara redundant gateways yang tergabung dalam HSRP yang sama.
HSRP Terminologi
Tabel menjelaskan beberapa istilah yang digunakan dengan HSRP.

Sebuah HSRP Group terdiri dari :

  • Satu aktif router
  • Satu siaga router
  • Satu virtual router
  • router Lainnya

       HSRP Active dan Standby Router mengirimkan hello message ke multicast address 224.0.0.2 User Datagram Protocol (UDP) port 1985.


B. Latar Belakang

metode ini dilakukan agar saat router down ada yang mengantisipasi jadi jaringan tidak akan mengalami downtime



C. Persiapan Software dan Hardware 

  • PC dengan sistem operasi bebas
  • aplikasi packet tracer
  • modul


D. Maksud dan Tujuan 

  1. Dapat memahami lebih dalam tentang traoubelshoot jaringan
  2. Dapat menkonfigurasi router agar bisa melakukan HSRP
  3. Dapat menerapkan fungsi HSRP dalam sebuah jaringan




E. Tahapan dan Pelaksanaan

1. buka aplikasi cisco packet tracer terlebih dahulu
2. lalu buat topologi seperti berikut :

3. konfigurasi IP pada lapto seperti topologi diatas dan untuk gateway beri IP HSRPnya
4. lalu masuk ke router 0(router atas) dan jalankan sintax berikut :

Router(config)#int gi 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#duplex auto
Router(config-if)#speed auto
Router(config-if)#standby 1 ip 192.168.1.1
Router(config-if)#standby 1 priority 120
Router(config-if)#standby 1 preempt
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int gi 0/1Router(config-if)#ip add 192.168.2.2 255.255.255.0Router(config-if)#duplex autoRouter(config-if)#speed autoRouter(config-if)#standby 2 ip 192.168.2.1Router(config-if)#standby 2 priority 120Router(config-if)#standby 2 preemptRouter(config-if)#no shut

5. lalu kita ganti konfigurasi di router 1 (router yang bawah) dengan menjalankan sintax berikut :
Router(config)#int gi 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.3 255.255.255.0
Router(config-if)#duplex auto
Router(config-if)#speed auto
Router(config-if)#standby version 2
Router(config-if)#standby 2 ip 192.168.1.1
Router(config-if)#int gi 0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.2.3 255.255.255.0
Router(config-if)#duplex auto
Router(config-if)#speed auto
Router(config-if)#standby version 2
Router(config-if)#duplex auto
Router(config-if)#standby 2 ip 192.168.2.1
 6. setelah dikonfigurasi port pada router akan menyala hijau semua :

 7. pada saat menyala hijau semua brati router dalam keadaan hidup saat seperti ini data akan melewati router yang memiliki priority terbesar, kalo di konfigurasi ini pada router atas
8. sekarang kita coba tes dengan ping :

9. sekarang matikan router yang atas , kita akan mencoba untuk melewatkan data ke router yang di bawah :

10. kita coba tes ping lagi :

11. disitu terbukti bahwa walaupun router yang di atas mati client masih tetap bisa berkomunikasi



F. Referensi

  • pelatihan NIXTRAIN oleh ardes Setiawan
  • https://delcosta.wordpress.com/2009/11/10/understanding-hsrp/


G. Hasil dan Kesimpulan

        Dari praktek diatas terbukti bahwa kita bisa membuat jalur backup untuk menanggulangi ketika terjadi down sehingga pada jaringan tidak terjadi downtime, karena akan sangat merugikan jika dalam suatu jaringan terjadi downtime

Pelatihan CCNA NIXTRAIN Hari 5 : DHCP Router Oleh Ardes Setiawan

Assalamualaikum wr.wb
Masih tetap dari pelatihan CCNA NIXTRAIN kali ini membahas Routing OSPF di cisco packet tracer



A. Pengertian

      DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. 
      Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

        Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.



Kelebihan DHCP
  1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
  2. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks. 
  3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off) 
  4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
  5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client. 

B. Latar Belakang

        DHCP merupakan cara paling berguna untuk suatu jaringan yang besar karena dengan GHCP kita tidak perlu menyeting pc satu persatu, jadi lebih menghemat waktu dan meminimalisir kesalahan



C. Persiapan Software dan Hardware 

  • PC dengan sistem operasi bebas
  • aplikasi packet tracer
  • modul


D. Maksud dan Tujuan 


  1. Dapat memahami lebih dalam router
  2. Dapat menkonfigurasi router agar bisa menjadi DHCP server
  3. Dapat menerapkan fungsi DHCP dalam sebuah jaringan




E. Tahapan dan Pelaksanaan

1. Buka aplikasi cisco paket tracer terlebih dahulu
2. lalu buat topologi seperti berikut :

3. masuk ke router 1 dan jalan kan sintax berikut untuk membuat dhcp server :
R1>enR1#R1#confConfiguring from terminal, memory, or network [terminal]? Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.R1(config)#int fa 0/0R1(config-if)#ip add 192.168.1.254 255.255.255.0R1(config-if)#no shutR1(config-if)#int fa 1/0R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0R1(config-if)#no shutR1(config-if)#exR1(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.1.10 192.168.1.50R1(config)#ip dhcp pool pool_R1R1(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0R1(dhcp-config)#default-router 192.168.1.254R1(dhcp-config)#dns-server 192.168.1.254R1(dhcp-config)#exR1(config)#router ospf 1R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255 area 0
keterangan :
excluded-address : untuk menentukan IP yang tidak boleh di lease oleh DHCP, biasanya berupa IP static untuk server / printer
pool : tentukan nama pool DHCP, misal untuk network 192.168.1.0 namanya Pool_R1
network : menentukan network DHCP
default-router : menentukan default gateway untuk klien
dns-server : menentukan dns server untuk klien

4. lalu masuk ke router ke 2 dan jalankan sintax berikut :
R1>en
R1#conf
R1(config)#int fa 0/0
R1(config-if)#ip add 192.168.2.254 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#int fa 1/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#ex
R1(config)#ip dhcp pool pool_R2
R1(dhcp-config)#network 192.168.2.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)#default-router 192.168.2.254
R1(dhcp-config)#dns-server 192.168.2.254
R1(dhcp-config)#ex
R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255 area 0

5. setelah pembuatan DHCP server selesai dan juga sudah di routing, sekarnga kita masuk ke client dan ubah setting IP client menjadi DHCP agar client mendapat IP sesuai dengan yang tadi telah di konfigurasi

6. laptop 1 :

7. laptop 2 :

8. setelah semua clent sudah mendapat IP DHCP sekarang kita coba tes ping dari client ke client

9. sekian tutorial untuk konfigurasi DHCP server pada router



F. Referensi

  • https://hadi27.wordpress.com/pengertian-dan-kelebihan-dhcp/ 
  • pelatihan NIXTRAIN oleh ardes Setiawan


G. Hasil dan Kesimpulan

       dari praktek di atas menunjukan bahwa router tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk merouting atau menghubungkan antar jaringan namun juga bisa di gunakan untuk membuat DHCP server

Pelatihan CCNA NIXTRAIN Hari 4 : Routing OSPF Oleh Ardes Setiawan

Assalamualaikum wr.wbMasih tetap dari pelatihan CCNA NIXTRAIN kali ini membahas Routing OSPF di cisco packet tracer

A. Pengertian

         Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protocol untuk Internet Protocol (IP) jaringan. Ini menggunakan algoritma link state routing (LSR) dan jatuh ke dalam kelompok protokol routing interior, yang beroperasi dalam sistem otonom tunggal (AS). Hal ini didefinisikan sebagai OSPF Versi 2 dalam RFC 2328 (1998) untuk IPv4. Pembaruan untuk IPv6 ditetapkan sebagai OSPF Versi 3 dalam RFC 5340
          OSPF mungkin interior yang paling banyak digunakan protokol gateway (IGP) di jaringan perusahaan besar. Menengah Sistem untuk Sistem Intermediate (IS-IS), link-state protocol routing dinamis lain, lebih sering terjadi pada jaringan penyedia layanan besar. protokol eksterior gateway yang paling banyak digunakan adalah Border Gateway Protocol (BGP), protokol routing utama antara sistem otonom di Internet.
           OSPF merupakan Routing Dynamic yang menggunakan protocol Link State , artinya dia akan memilih jalur berdasarkan kondisi link. Jika kondisi link itu bagus dan bandwidth nya juga bagus maka link itu lah yang akan digunakan. Berikut fitur fitur lain dari OSPF :
  • Membagi berdasarkan Area dan Autonomous System (AS).
  • Meminimalkan Routing Update Traffic
  • Scalability
  • Support VLSM/CIDR
  • Unlimited Hop Count
  • Open Standar / Bisa digunakan banyak vendor
          OSPF menggunkan algoritma Djikstra atau SPF ( Shortest Path First ) , yang mana algoritma ini memperbaiki informasi database dari informasi topologi , jadi OSPF ini akan mengetahui dengan pasti topologi yang kita buat, sehingga dalam pemilihan jalur akan lebih baik. Dalam penentuan jalur terbaik OSPF menggunakan “Cost”sebagai acuannya. Untuk rumus menghitung Cost ini adalah Reference bandwidth / bandiwidth , yang dikonfigurasi di interface router nya.



B. Latar Belakang

         banyak perusahaan yang besar yang membutuhkan jaringan, dan dalam perusaahan tersebut kadang kala tidak hanya terdiri dari satu jaringan karena itu untuk meneruskan data dari jaringan satu ke jaringan yang lain kita memerlukan yang namanya routing, dalam routing jika yang di routing sangat banyak kita bisa menggunakan routing dynamic agar lebih mudah salah satunya dengan menggunakan OSPF, OSPF ini merupakan routing yang paling banyak digunakan



C. Persiapan Software dan Hardware 

  • PC dengan sistem operasi bebas
  • aplikasi packet tracer
  • modul


D. Maksud dan Tujuan 

  1. Dapat memahami lebih dalam tentang routing
  2. Dapat menkonfigurasi router agar bisa routing OSPF
  3. Dapat menerapkan fungsi routing OSPF dalam sebuah jaringan


E. Tahapan dan Pelaksanaan

1. buka aplikasi cisco packet tracer terlebih dahulu
2. lalu buat topologi seperti berikut :
3. konfigurasi IP sesuai dengan topologi, disini saya tidak akan menjelaskan cara setting IP pada PC maupun pada Router karena saya cuma akan menampilkan cara routing saja, jika belum tahu cara setting IP nya bisa dilihat di tutorial sebelum - sebelumnya
4. jika IP sudah tersetting semua sekarang kita konfiurasi routinnya
5. pertama pada router 1 jalankan sintax berikut :
Router(config)#route ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 0.0.0.255 area 0
6. lalu pada router ke 2 :
Router(config)#route ospf 1Router(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0Router(config-router)#network 172.168.1.0 0.0.0.255 area 0 
7. lalu pada router ke 3 :
Router(config)#route ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 0.0.0.255 area 0 

8. lalu pada router ke 4 :
Router(config)#route ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 0.0.0.255 area 0 

9. pada router ke 5 :
Router(config)#route ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.5.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 0.0.0.255 area 0 
10. lalu router ke 6 :
Router(config)#route ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.6.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 0.0.0.255 area 0
11. router ke 7 :
Router(config)#route ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.7.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 0.0.0.255 area 0 

12. jikaa semua router sudah di routing, sekarang kita coba lihat tabel routingnya dengan sintax "show ip route"
 yang bertanda O adalah network yang telah terhubung dengan routing OSPF

13. setelah itu kita tes dengan ping ke jaringan yang bebeda

14. jika ping berhasil berarti routing OSPF tadi telah berhasil




 F. Referensi 
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Open_Shortest_Path_First
  • pelatihan NIXTRAIN oleh ardes Setiawan

 

G. Hasil dan Kesimpulan

          Hasilnya device yang berbeda jaringan dapat saling berhungan, dan konfiurasinya lebih mudah jika dibandingkan routing static atau lebih tepatnya kita dapat menghemat waktu lebih banyak

Pelatihan CCNA NIXTRAIN Hari 4 : Routing EIGRP Oleh Ardes Setiawan

Assalamualaikum wr.wb
Masih tetap dari pelatihan CCNA NIXTRAIN kali ini membahas Routing EIGRP pada switch di cisco packet tracer

A. Pengertian
 
           EIGRP adalah protokol routing yang termasuk proprietari Cisco, yang berarti hanya bisa dijalankan pada router Cisco, EIGRP bisa jadi merupakan protokol routing terbaik didunia jika bukan merupakan proprietari Cisco.
            Kelebihan utama yang membedakan EIGRP dari protokol routing lain adalah EIGRP termasuk satu-satunya protokol routing yang menawarkan fitur backup route, dimana jika terjadi perubahan pada network, EIGRP tidak harus melakukan kalkulasi ulang untuk menentukan route terbaik karena bisa langsung menggunakan backup route. Kalkulasi ulang route terbaik dilakukan jika backup route juga mengalami kegagalan. Berikut adalah fitur-fitur yang dimiliki EIGRP:

  • Termasuk protokol routing distance vector tingkat lanjut (Advanced distance vector).
  • Waktu convergence yang cepat.
  • Mendukung VLSM dan subnet-subnet yang discontiguous (tidak bersebelahan/berurutan)
  • Partial updates, Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan partial updates atau triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika terjadi perubahan pada network (mis: ada network yang down)
  • Mendukung multiple protokol network
  • Desain network yang flexible.
  • Multicast dan unicast, EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan tidak membroadcastnya.
  • Manual summarization, EIGRP dapat melakukan summarization dimana saja.
  • Menjamin 100% topologi routing yang bebas looping.
  • Mudah dikonfigurasi untuk WAN dan LAN.
  • Load balancing via jalur dengan cost equal dan unequal, yang berarti EIGRP dapat menggunakan 2 link atau lebih ke suatu network destination dengan koneksi bandwidth (cost metric) yang berbeda, dan melakukan load sharing pada link-link tersebut dengan beban yang sesuai yang dimiliki oleh link masing-masing, dengan begini pemakaian bandwidth pada setiap link menjadi lebih efektif, karena link dengan bandwidth yang lebih kecil tetap digunakan dan dengan beban yang sepadan juga

          EIGRP mengkombinasikan  kelebihan-kelebihan  yang dimiliki  oleh  protokol routing link-state dan distance vector. Tetapi pada dasarnya EIGRP adalah protokol distance vector karena router-router yang menjalankan EIGRP tidak mengetahui road map/ topologi network secara menyeluruh seperti pada protokol link-state.
         EIGRP mudah dikonfigurasi seperti pendahulunya (IGRP) dan dapat diadaptasikan dengan variasi topologi network. Penambahan fitur-fitur protokol link-state seperti neighbor discovery membuat EIGRP menjadi protokol distance vector tingkat lanjut.
         EIGRP menggunakan algoritma DUAL (Diffusing Update Algorithm) sebagai mesin utama yang menjalankan lingkungan EIGRP, DUAL dapat diperbandingkan dengan algoritma SPF Dijkstra pada OSPF.
EIGRP memiliki fitur-fitur utama sebagai berikut.
  • Partial updates: EIGRP tidak mengirimkan update secara periodik seperti yang dilakukan oleh RIP, tetapi EIGRP mengirimkan update hanya jika terjadi perubahan route/metric (triggered update). Update yang dikirimkan hanya berisi informasi tentang route yang mengalami perubahan saja. Pengiriman pesan update ini juga hanya ditujukan sebatas pada router-router yang membutuhkan informasi perubahan tersebut saja. Hasilnya EIGRP menghabiskan bandwidth yang lebih sedikit daripada IGRP. Hal ini juga membedakan EIGRP dengan protokol link-state yang mengirimkan update kepada semua router dalam satu area.
  • Multiple network-layer protocol support: EIGRP mendukung protokol IP, AppleTalk, dan Novell NetWare IPX dengan memanfaatkan module-module yang tidak bergantung pada protokol tertentu.

Fitur EIGRP lain yang patut diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Koneksi dengan semua jenis data link dan topologi tanpa memerlukan konfigurasi lebih lanjut, protokol routing lain seperti OSPF, menggunakan konfigurasi yang berbeda untuk protokol layer 2 (Data Link) yang berbeda, misalnya Ethernet dan Frame Relay. EIGRP beroperasi dengan efektif pada lingkungan LAN dan WAN. Dukungan WAN untuk link point-to-point dan topologi nonbroadcast multiaccess (NBMA) merupakan standar EIGRP.
  • Metric yang canggih: EIGRP menggunakan algoritma yang sama dengan IGRP untuk menghitung metric tetapi menggambarkan nilai-nilai dalam format 32-bit. EIGRP mendukung load balancing untuk metric yang tidak seimbang (unequal), yang memungkinkan engineer untuk mendistribusikan traffik dalam network dengan lebih baik.
  • Multicast and unicast: EIGRP menggunakan multicast dan unicast sebagai ganti broadcast. Address multicast yang digunakan adalah 224.0.0.10.

B. Latar Belakang

         banyak perusahaan yang besar yang membutuhkan jaringan, dan dalam perusaahan tersebut kadang kala tidak hanya terdiri dari satu jaringan karena itu untuk meneruskan data dari jaringan satu ke jaringan yang lain kita memerlukan yang namanya routing, dalam routing jika yang di routing sangat banyak kita bisa menggunakan routing dynamic agar lebih mudah salah satunya dengan menggunakan EIGRP


C. Persiapan Software dan Hardware 

  • PC dengan sistem operasi bebas
  • aplikasi packet tracer
  • modul

D. Maksud dan Tujuan 


  1. Dapat memahami lebih dalam tentang routing
  2. Dapat menkonfigurasi router agar bisa routing EIGRP
  3. Dapat menerapkan fungsi routing EIGRP dalam sebuah jaringan


E. Tahapan dan Pelaksanaan

1. pertama buka aplikasi cisco terlebih dahulu
2. lalu buat tologi seperti berikut :
3. untuk konfigurasi IP pada PC dan router bisa lihat di tutor - tutor sebelumnya disni saya cuma akan menunjukan cara routingnya saja, atur lah seperti topologi di atas
4. masuk ke router pertama lalu jalankan sintax berikut :
Router(config)#route eigrp 1
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0

5. lalu pada router ke 2 :
Router(config)#route eigrp 1
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#network 192.168.2.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 

6. pada router 3 :
Router(config)#route eigrp 1
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#network 192.168.3.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0

7. pada router 4 :
Router(config)#route eigrp 1
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#network 192.168.4.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 

8. pada router 5 :
Router(config)#route eigrp 1
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#network 192.168.5.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0

9. pada router 6 :
Router(config)#route eigrp 1
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#network 192.168.6.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0

10. pada router 7 :
Router(config)#route eigrp 1
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#network 192.168.7.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0 

11. jika semua sudah di routing coba kita lihat tabel routingya dengan sintax "show ip route" di global privilage
 yang ada tanda D adalah IP network yang telah terhubung

12. lalu kita tes dengan ping ke IP yang berbeda jaringan

13. jika sudah berhasil ping itu berarti bahwa routing EIGRP tadi telah berhasil




F. Referensi 
  • https://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/21/berkenalan-dengan-eigrp/comment-page-1/
  • pelatihan NIXTRAIN oleh ardes Setiawan


G. Hasil dan Kesimpulan

          Hasilnya device yang berbeda jaringan dapat saling berhungan, dan konfiurasinya lebih mudah jika dibandingkan routing static atau lebih tepatnya kita dapat menghemat waktu lebih banyak

Pelatihan CCNA NIXTRAIN Hari 4 : NAT Oleh Ardes Setiawan

Assalamualaikum wr.wb
Masih tetap dari pelatihan CCNA NIXTRAIN kali ini membahas Tentang NAT di cisco packet tracer





A. Pengertian

         Penafsiran alamat jaringan (Bahasa Inggris:Network Address Translation) adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.



Alamat IP

       Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 byte berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu pengguna dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode NAT. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dibagi ke beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.


Keamanan

        Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses, misalnya ke server suatu situs tertentu, tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diakses oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalahgunakan, hal tersebut bisa sangat berbahaya. Data-data penting bisa saja dilihat atau bahkan dicuri oleh orang yang tak bertanggungjawab. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil.

Administrasi Jaringan

      Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa memengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, juga mampu mencatat semua traffic, dari dan ke internet. Secara keseluruhan, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.



Tujuan NAT :
  • Mengurangi keterbatasan IPv4
  • Menyembunyikan skema network internal

Tipe NAT :
  1. NAT Static
  2. NAT Dynamic
  3. PAT (Port Address Translation)
Terminologi NAT :
  1. Inside Local Adress : source address sebelum translasi (IP private)
  2. Outside Local Address : destination address sebelum translasi (IP private)
  3. Inside Global Address : inside host setelah translasi (IP public)
  4. Outside Global Address : outside destination host setelah translasi (IP public)


IP Private

       Yaitu IP yang digunakan oleh organisasi secara internal dan tidak dapat dirutekan di Internet. 


  • Perusahaan kecil biasanya mendapatkan IP public dari ISP
  • ISP mendapatkan alokasi IP public dari IANA (Internet Assigned Numbers Authority)
  • Device yang dapat melakukan translation biasanya berupa firewall, router, server. 

Keuntungan NAT :
  • Menghemat alamat IP secara legal
  • Mengurangi overlap pengalamatan
  • Meningkatkan fleksibilitas ketika berkomunikasi ke internet
  • Mengurangi penomoran kembali jika terjadi perubahan network

Kerugian NAT :
  • Terdapat delay pada proses switching
  • Tidak dapat melakukan trace end-to-end IP
  • Terdapat beberapa aplikasi yang tidak berfungsi ketika implementasi NAT

NAT Static :
  • Termasuk jenis one-to-one NAT, satu IP private ditranslate menjadi satu IP public
  • Ingat, untuk NAT static tiap host menggunakan IP public sendiri
  • Bisa inisiasi komunikasi dari network outside global



NAT Dynamic :

  • Termasuk tipe many-to-many NAT, IP private dalam jumlah banyak kemudian ditranslate menjadi IP public yang banyak juga dengan menyediakan sebuah pool IP public
  • Kita tidak perlu melakukan translate satu per satu, cukup sediakan IP public sesuai jumlah user yang akan terkoneksi ke Internet

PAT :
  • Tipe NAT yang paling popular
  • Termasuk tipe many-to-one NAT
  • Dengan menyediakan satu IP public dapat mentranslate IP private yang banyak dengan menggunakan pembeda yaitu port
  • Disebut juga sebagai NAT Dynamic Overload, Port Address Translation (PAT), atau NAT Overload



B. Latar Belakang

      Dalam suatu jaringan kita perlu adanya suatu NAT agar bisa mentranslasikan IP pubic ke IP private agar cient bisa mendapat IP public yang sama dengan server sehingga dapat berinternet dengan tetap menggunakan IP private yang dimiliki oleh client tersebut



C. Persipan Software dan Hardware


  • PC dengan sistem operasi bebas
  • aplikasi packet tracer
  • modul


D. Maksud dan Tujuan

  1. Dapat memahami lebih dalam tentang cara kerja NAT
  2. Dapat menerapkan fungsi NAT
  3. Dapat melakukan NAT pada sebuah jaringan menggunakan router



E. Tahapan dan Pelaksanaan

1. buka aplikasi cisco packet tracer terlebih dahulu
2. lalu buat topologi seperti berikut :


3. lalu konfigurasi IP pada router beserta loopbacknya, dan laptop sesuai dengan yang ada pada topologi di atas

4. setelah IP disetting sesuai dengan topologi diatas kita konfigurasi routing ospf nya tpi jangan advertase network A dan B nya , sehingga saat memasukan network tidak perlu memasukan network A dan B :
show ip router pada router 0 :


show ip router pada router 1 :


5. pertama kita coba lakukan NAT static dulu menjadi seperti berikut :





6. pertama kita konfigurasi router 0 dulu dengan menjalankan sintax berikut :
Router(config)#int fa 0/0
Router(config-if)#ip nat inside
Router(config-if)#int fa 1/0
Router(config-if)#ip nat outside
Router(config-if)#ex
Router(config)#ip nat inside source static 192.168.1.1 12.12.12.11
Router(config)#ip nat inside source static 192.168.1.2 12.12.12.22
Router(config)#ip nat inside source static 192.168.1.3 12.12.12.33
Router(config)#
7. lalu pada router 1 :
Router(config)#int fa 0/0
Router(config-if)#ip nat inside
Router(config-if)#int fa 1/0
Router(config-if)#ip nat outside
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip nat inside source static 192.168.2.1 12.12.12.44
Router(config)#ip nat inside source static 192.168.2.2 12.12.12.55
Router(config)#ip nat inside source static 192.168.2.3 12.12.12.66


8. sekang kita coba tes dengan ping dari laptop 1 ke loopback 3 :

9. kita coba tambahkan server di network A dan beri IP 192.168.1.3, setelah itu kita coba akses webserver nya dari network B ke IP 12.12.12.3 karena IP 192.168.1.3 yang ada di server sudah di translasikan menjadi 12.12.12.3

10. dan hasilnya kita berhasil mengakses wbserver tersebut, tapi walaupun kita bisa mengakses kita masih  tidak bisa ping ke IP tersebut :

11. lalu kita coba lihat IP yang apa saja yang di translasikan dengan masuk ke router lalu gunakan sintax "show ip nat translation"

12. setelah IP NAT static sekarang kita coba NAT dynamic
13. pertama remove settingan NAT static tadi dengan menggunakan sintax berikut :
Router(config)#no ip nat inside source static 192.168.1.1 12.12.12.11Router(config)#no ip nat inside source static 192.168.1.2 12.12.12.22Router(config)#no ip nat inside source static 192.168.1.3 12.12.12.33
lakukan juga pada router satunya : 
Router(config)#no ip nat inside source static 192.168.2.1 12.12.12.44Router(config)#no ip nat inside source static 192.168.2.2 12.12.12.55Router(config)#no ip nat inside source static 192.168.2.3 12.12.12.66
 14. kita akan melakukan dinamic NAT seperti berikut :



15. untuk melakukan NAT dinamyc kita gunakan sintax berikut ke router 0 :
Router(config)#int fa 0/0Router(config-if)#ip nat insideRouter(config-if)#int fa 1/0Router(config-if)#ip nat outsideRouter(config-if)#exRouter(config)#access-list 1 permit 192.168.1.0 0.0.0.255Router(config)#ip nat pool POOLR1 12.12.12.11 12.12.12.20 netmask 255.255.255.0Router(config)#ip nat inside source list 1 pool POOLR1



16. lalu pada router 1 :
Router(config)#int fa 0/0Router(config-if)#ip nat insideRouter(config-if)#int fa 1/0Router(config-if)#ip nat outsideRouter(config-if)#exRouter(config)#access-list 1 permit 192.168.2.0 0.0.0.255 Router(config)#ip nat pool POOLR1 12.12.12.21 12.12.12.30 netmask 255.255.255.0Router(config)#ip nat inside source list 1 pool POOLR2

17. sekarang kita tes dengan ping dari laptop 1 ke loopback 3 :

18. sekarang kita coba NAT dynamic overload menjadi seperti berikut :


19. remove terlebih dahulu NAT dynamic pada sebelumnya
Router(config)#no ip nat inside source list 1 pool POOLR1Router(config)#no ip nat pool POOLR1 12.12.12.11 12.12.12.20 netmask 255.255.255.0Router(config)#no access-list 1 permit 192.168.1.0 0.0.0.255

lalu pada router yang lain :
Router(config)#no ip nat inside source list 1 pool POOLR2Router(config)#no ip nat pool POOLR1 12.12.12.21 12.12.12.30 netmask 255.255.255.0Router(config)#no access-list 1 permit 192.168.2.0 0.0.0.255 

20.  setelah di remove kita jalankan sintax berikut di router 0 :
Router(config)#access-list 1 permit 192.168.1.0 0.0.0.255Router(config)#ip nat pool POOLR1 12.12.12.11 12.12.12.11 netmask 255.255.255.0Router(config)#ip nat inside source list 1 pool POOLR1 overload

21.  lalu pada router 1 :
Router(config)#access-list 1 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
Router(config)#ip nat pool POOLR1 12.12.12.11 12.12.12.11 netmask 255.255.255.0
Router(config)#ip nat inside source list 1 pool POOLR1 overload
22. hasil ping dari laptop 1 ke loopback 3 :

23. sebenarnya masih ada lagi jenis NAT dynamic overload exit interface, untuk sintax nya hanya menambah kan interface outside dari router, contohnya seperti berikut :
R1(config)#ip nat inside source list 1 interface fa1/0 overload

24. sekian tutorial dari konfigurasi NAT pada cisco packet tracer


F. Referensi

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Penafsiran_alamat_jaringan
  2. pelatihan NIXTRAIN oleh ardes Setiawan



G. Hasil dan Kesimpulan
      Hasilnya NAT bisa aktif dan saat kita melakukan komunikasi dengan internet IP yang akan kita gunakan yaitu IP private akan di translasikan ke IP public oleh router yang tadi telah kita konfigurasi NATnya