konfigurasi jaringan di freenas

assalamualaikum wr. wb. 
kali ini saya akan share tentang cara konfigurasi jaringan pada freenas

 
A. Pengertian

Network File System (NFS) adalah salah satu layanan yang dapat memungkinkan suatu computer untuk melakukan proses mount suatu directory datai device pada komputer lain.Dengan menggunakan NFS, suatu komputer dapat berbagi file, data dan bahkan program antara sesama klien yang terhubung ke server utama. NFS juga memungkinkan suatu komputer untuk melakukan pengaktifan/penggunaan peralatan pada komputer lain yang terhubung ke jaringan.Saat ini terdapat 2 versi NFS yaitu NFS versi 2 (NFSv2) dan NFS versi 3 (NFSv3). NFSv2 lebih lama tetapi didukung oleh berbagai macam mesin dan sistem operasi. Sedangkan NFSv3 lebih baru dan mempunyai beberapa fitur dan tambahan misal pesan kesalahan yang lebih baik, kemampuan untuk menghandle file yang ukurannya bervariasi. NFSv2 menggunakan protocol UDP untuk melakukan koneksi antara server dan client, sedangkan NFSv3 menggunakan protocol UDP dan TCP sekaligus


 B. Latar Belakang

tanpa adanya suatu jaringan freenas tidak akan bisa di remote oleh client karena itu konfigurasi jaringan di freenas sangatlah penting

C. Maksud dan Tujuan 
Konfigurasi perangkat jaringan pada sistem operasi FreeNAS hingga bisa digunakan untuk diremote melalui Web.


D. Alat dan bahan
  • Seperangkat Komputer lengkap yang sudah terinstall sistem operasi FreeNAS.

E. Tahap dan Langkah Kegiatan 
  1. Pertama-tama kita booting FreeNAS dari GRUB Loader.
  2. Kemudian pilih Normal Bootup.
  3. Setelah itu akan ada proses booting sebentar.
  4. Lalu masuk ke tampilan awal, memilih tindakan apa yang ingin dilakukan. Ada 14 opsi yang bisa dilakukan.
  5. Setelah itu kita pilih 1 untuk konfigurasi perangkat jaringan. 
  6. Lalu akan ada opsi lainnya untuk memilih interface atau perangkat mana yang akan dikonfigurasi. Biasanya hal ini berdasarkan jumlah dari perangkat jaringan yang dimiliki oleh masing-masing komputer. Jika ada lebih dari dua sesuaikan perangkat mana yang akan dipilih. Kalau untuk contoh ini milik saya hanya memiliki satu perangkat, jadi langsung pilih satu.  
  7. Selanjutnya akan ada pertanyaan untuk mereset konfigurasi atau tidak. Pilih tidak dengan memasukkan n lalu tekan enter.  Fungsi reset ini hampir seperti merestart service jaringan.
  8. Kemudian pertanyaan untuk mengkonfigurasi dengan DHCP atau tidak. Pilih tidak dengan menekan n lalu tekan enter. Jika mengonfigurasinya dengan DHCP, pilih ya. Namun karena saya akan praktik konfigurasi statik, maka saya tidak. 
  9. Lalu pertanyaan untuk konfigurasi IPv4 masukkan y untuk ya.   
  10. Kemudian kita diminta memberi nama untuk interface yang akan kita seting. Milik saya, saya beri nama eth0.
  11. Setelah itu memasukkan IP Address yang akan dipakai untuk perangkat tersebut. Formatnya seperti biasa, tapi kita juga langsung memasukkan prefik dibelakangnya agar tak perlu memasukkan subnet mask. Tapi untuk milik saya ini cukup IP Address saja.
  12. Lalu baru setelah itu memasukkan Subnet Mask dari IP tadi. 
  13. Kemudian selesai pengaturan IPv4, lalu ada pertanyaan apakah akan mengonfigurasi IPv6 atau tidak. Kalau saya pilih tidak karena tidak akan mengonfigurasi IPv6, di sisi lain juga berlum diperlukan.
  14. a   Setelah itu akan selesai konfigurasi. Maka kembali ke menu awal tadi tampilannya.
  15. Setelah itu kita bisa langsung mencoba dengan meremote FreeNAS tersebut melalui perangkat yang jaringannya tersambung dengan FreeNAS dengan menggunakan Web Browser dan langsung menuju IP dari FreeNAS tersebut.

F. Kesimpulan


Pengaturan perangkat jaringan pada FreeNAS ini cukup mudah jika dipraktikan karena pengaturannya diatur sedemikian rupa meskipun dalam bentuk CLI masih dapat dengan mudah dpilih, yakni dengan opsi-opsi. Sehingga kita tidak perlu repot-repot mengetikkan perintah satu-persatu. Meski begitu kita masih tetap bisa mengaturnya normal seperti pada linux-linux lainnya yakni dengan masuk ke mode "shell".


G. Referensi
  • Ebook proxmox cloud compunting virtualisasi. 

konfigurasi penyimpanan pada freenas agar terhubung ke proxmox

assalamualaikum wr. wb. 
kali ini saya akan share tentang cara konfigurasi penyimpanan pada freenas agar terhubung ke proxmox



 

A. Pengertian

Network File System (NFS) adalah salah satu layanan yang dapat memungkinkan suatu computer untuk melakukan proses mount suatu directory datai device pada komputer lain.Dengan menggunakan NFS, suatu komputer dapat berbagi file, data dan bahkan program antara sesama klien yang terhubung ke server utama. NFS juga memungkinkan suatu komputer untuk melakukan pengaktifan/penggunaan peralatan pada komputer lain yang terhubung ke jaringan.Saat ini terdapat 2 versi NFS yaitu NFS versi 2 (NFSv2) dan NFS versi 3 (NFSv3). NFSv2 lebih lama tetapi didukung oleh berbagai macam mesin dan sistem operasi. Sedangkan NFSv3 lebih baru dan mempunyai beberapa fitur dan tambahan misal pesan kesalahan yang lebih baik, kemampuan untuk menghandle file yang ukurannya bervariasi. NFSv2 menggunakan protocol UDP untuk melakukan koneksi antara server dan client, sedangkan NFSv3 menggunakan protocol UDP dan TCP sekaligus


B. Latar Belakangdengan menggunakan freenas sebagai pusat datacenter kita perlu mengintergerasikan nya dengan sistem operasi yang akan kita gunakan disini saya membuat contoh denan sistem operasi promox


C. Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan untuk menambahkan penyimpanan yang ada pada proxmox dengan penyimpanan NFS yang sudah dibuat dalam Server Freenas.



D. Alat dan bahan
  • 1 Komputer Server Proxmox
  • 1 Komputer Server Freenas

E. Tahap dan Langkah Kegiatan  

1. Klik pada Datacenter --> beralihlah ke tab Storage --> klik Add --> pilih tipe penyimpanan NFS.


2. Kemudian muncul jendela penambahan penyimpanan NFS

  • Pada ID : masukkan nama penyimpanan NFS pada Freenas yang telah kita buat.
  • Pada Server : masukkan IP Freenas utama kita yaitu “10.10.4.1”.
  • Pada Export : isi dengan alamat direktori dari penyimpanan NFS yang telah kita buat pada Freenas.
  • Pada Content : pilih semua content yang terdapat pada opsi tersebut


3. Klik Add untuk menambahkan penyimpanan.


4. Setelah itu maka penyimpanan NFS Freenas akan ditambahkan pada Datacenter sebagai penyimpanan.


5. Penyimpanan NFS ini akan kita jadikan sebagai penyimpanan terpusat / tercentral untuk efisiensi penyimpanan, sehingga seluruh pve akan memliki satu penyimpanan yaitu penyimpanan NFS yang telah kita buat pada Freenas.




F. Kesimpulan

Dengan melakukan kegiatan konfigurasi penyimpanan Freenas NFS Share pada Proxmox ini, kita dapat menambahkan penyimpanan Freenas ke Proxmox. Dengan penambahan penyimpanan ini, otomatis promox akan mempunyai penyimpanan terpusat, yaitu pada Freenas

G. Referensi

  • Ebook proxmox cloud compunting virtualisasi. 

install zimbra pada ubuntu 16.04

assalamualaikum wr. wb. 
kali ini saya akan share tentang cara install freenas pada sebuah flashdisk

 A. Pengertian
Zimbra Collaboration Suite (ZCS) adalah software kolaboratif suite, yang mencakup email server dan web client.
Zimbra awalnya dikembangkan oleh LiquidSys, yang berganti nama menjadi Zimbra, Inc pada 26 Juli 2005. Zimbra Collaboration Suite pertama kali dirilis pada tahun 2005. Perusahaan ini kemudian dibeli oleh Yahoo pada tanggal 17 September 2007, dan kemudian dijual ke VMware pada tanggal 12 Januari 2010. pada bulan Juli 2013, dijual oleh VMware untuk Telligent Sistem yang berubah nama menjadi Zimbra, Inc pada bulan September 2013. Hal ini kemudian diakuisisi oleh Synacor Inc pada 18 Agustus 2015. 
Menurut mantan Presiden Zimbra dan CTO Scott Dietzen, nama untuk Zimbra berasal dari lagu " I Zimbra " oleh Talking Heads

Edition 

Perangkat lunak ini terdiri dari kedua klien dan server yang komponen, dan klien desktop. Dua versi Zimbra yang tersedia: sebuah open-source versi, dan versi komersial didukung ( "Jaringan Edition") dengan sumber tertutup komponen seperti milik Messaging Application Programming Interface konektor untuk Outlook untuk kalender dan kontak sinkronisasi.Zimbra Desktop adalah gratis desktop yang fitur lengkap klien email . [10] Pembangunan dihentikan di bawah kepengurusan VMware pada 2013 tapi restart pada bulan Februari 2014. Selain itu, webclient fitur mode offline HTML5 dimulai dengan versi 8.5.The ZCS Web Client adalah fitur lengkap suite kolaborasi yang mendukung email, kalender grup, dan berbagi dokumen menggunakan Ajax antarmuka web yang memungkinkan alat tips, item drag-and-drop, dan menu klik kanan di UI. Juga termasuk yang kemampuan pencarian dan hubungan saat ini, secara online authoring dokumen, "Zimlet" maju mashup , dan UI administrasi penuh. Hal ini ditulis menggunakan Toolkit Zimbra Ajax
The ZCS Server menggunakan beberapa proyek open source (lihat bagian, Termasuk proyek open source ). Ini memperlihatkan SOAP antarmuka pemrograman aplikasi untuk semua fungsi dan juga merupakan IMAP dan POP3 Server. Server berjalan pada banyak distribusi Linux .OS X Server dukungan dijatuhkan dengan versi ZCS 7.0.
ZCS dapat melakukan sinkronisasi email, kontak, dan kalender dengan open source klien mail seperti Evolution dan juga dengan klien proprietary seperti Microsoft Outlook dan Apple Mail , baik melalui konektor proprietary atau menggunakan ActiveSync protokol, keduanya tersedia secara eksklusif di komersial didukung versi. Zimbra juga menyediakan asli sinkronisasi dua arah ke banyak perangkat mobile ( Nokia Eseries , BlackBerry , Windows Mobile , iPhone , Android ). 

Lisensi perangkat lunak

Dimulai dengan versi 8.5 Zimbra Collaboration Suite (ZCS) kode sumber tersedia di bawah persyaratan dari GNU General Public License versi 2 (backend) dan Lisensi Umum Public Attribution versi 1 (frontend).
versi sebelumnya yang dirilis di bawah Lisensi Zimbra Umum (ZPL). The Free Software Foundation menerima lisensi sebagai sebuah lisensi perangkat lunak bebas dan menyebutnya sebagai identik dengan Yahoo! Public License dengan pengecualian bahwa Zimbra, Inc menyediakan lisensi, daripada Yahoo !.


B. Latar Belakang

Sebelumnya, ketika kita ingin memasang Mail Server maka bersamaan dengan itu kita juga harus menyediakan Web yang akan digunakan sebagai User Interface sehingga User dapat mengaksesnya dengan mudah tanpa menggunakan aplikasi Mail Client yang biasanya disebut Web Mail. Hal ini membuat suatu sistem Mail Server menjadi tidaklah bisa menyatu dengan benar, karena semuanya bergantung pada Administrator yang sudah membangung Server tersebut. Jika Administratornya handal maka hasilnya bagus, dan sebaliknya. Maka dari itulah ada perkembangan perangkat lunak baru yang sudah mencakup kedua server tersebut yakni Zimba sehingga kita tidak perlu memecah-mecah antara mana Mail Server dan mana Webmail Server.


C. Maksud dan Tujuan
  • Instalasi Zimbra 8.7 untuk digunakan sebagai Mail Server pada Ubuntu 16.04.
  • Konfigurasi Zimbra hingga dapat digunakan sebagai Mail Server dan juga Webmail Server.


D. Alat dan bahan
  1. Seperangkat Laptop atau PC.
  2. Package Installer Zimbra yang sudah didownload sesuai platform.
  3. Koneksi internet.


E. Tahap dan Langkah Kegiatan 



  1. Pertama-tama kita atur hostname dan juga domain dari  Ubuntu yang akan kita pakai untuk server. Kita edit dengan syntax "sudo nano /etc/hosts" dan "sudo nano /etc/hostname" isi mail.smkn1kediri.edu
  2. Kemudian kita siapkan dulu perangkat-perangkat yang akan diinstall. Yakni Installer Zimbra. Untuk versi Ubuntu 16.04 bisa didonwload di sini.
  3. Setelah itu selanjutnya kita masuk ke pengaturan jaringan dari Server yang akan diinstall Zimbra. Kalau milik saya pengaturannya adalah sebagai berikut ini
  4. Pada bagian awal kita masuk ke folder tempat meletakkann file instalasi Zimbra yang sudah didownload tadi. 
  5. Kemudian setelah itu ekstrak file instalasi tadi dengan perintah "sudo tar -zxf [namafile]"
    Maka setelah itu akan ada folder hasil ekstraksi dari file instalasi tadi.
    Kemudian ubah hak akses dari folder hasil ekstrak tadi agar bisa dibuka oleh semuanya atau hak akses universal. Caranya dengan masukkan perintah "sudo chmod -R 777 [namafolderhasilekstrak]". 
  6. Kemudian selanjutnya masuk ke folder hasil ekstraksi tadi lalu ketikkan perintah "sudo ./install.sh"
  7. Setelah itu akan ada notifikasi bahwa versi tidak sesuai atau tidak cocok dengan OS. Masukkan y untuk yes atau ya, karena tadi yang sebenarnya didownload sudah merupakan versi software untuk 16.04 namun mungkin karena suatu bug jadi tidak dapat terdeteksi.
  8.  Setelah itu akan ada proses sebentar untuk program installer memproses data yang akan diinstall. Kemudia installer akan berhenti pada saat meminta konfirmasi persetujuan pengguna. Masukkan y untuk yes atau ya dan melanjutkan proses installl. 
  9. Lalu setelah itu akan ada permintaan konfirmasi untuk menggunakan repositori milik Zimbra.
  10. Kemudian installer akan membaca package dari repositori Zimbra. Setelah itu akan diinstall packagenya satu persatu. Lalu pada saat proses menginstall masukkan y untuk menyetujui package yang diajukan untuk menginstall. 
    Namun pada bagian Install zimbra-dnscache masukkan n untuk no atau tidak agar tidak menginstall package zimbra-dnscache karena nantinya kita tidak akan menggunakan fitur layanan dns dari Zimbra-nya melainkan dengan membuat pengaturan diluar Zimbra. Jika kita menginstallnya, maka akan terjadi port konflik dengan DNS luar. Dan di sisi lain jika kita tidak menggunakan DNS luar terkadang dns-cache Zimbra mengalami error.
    Sisanya sama dengan yang awal tadi, masukkan y untuk yes atau ya.
  11. Setelah selesai memilih package yang akan diinstall, akan ada konfirmasi lagi bersamaan dengan tampilan list package yang akan diinstall. Masukkan y untuk menyetujuinya dan melanjutkan instalasi.
  12. Setelah selesai proses instalasi akan masuk ke semacam menu konfigurasi Zimbra melalui CLI. Pada bagian ini akan ada sedikit info mengenai rincian pengaturan pada Zimbra. Untuk bagian terpenting adalah bagian Admin user dan Admin password. Di situ dapat dilihat hasil dari pengaturan default adalah Admin tidak memiliki password yang sudah diset atau diatur. Maka dari itu kita harus mengatur agar user tersebut diberi keamanan dengan password. Kita masukkan 7 untuk masuk ke pengaturan zimbra-store.
  13. Setelah masuk ke sub menu dari zimbra-store, selanjutnya pilih 4 untuk Admin Password, yakni untuk mengubah passowrd dari user Admin.
  14. Setelah itu langsung masukkan password yang akan digunakan untuk user Admin tersebut. Setelah selesai tekan enter.
  15. Kemudian selanjutnya akan kembali ke sub menu zimbra-store masukkan r untuk kembali ke menu sebelumnya.
  16. Setelah masuk ke menu utama, masukkan a untuk apply atau menerapkan seluruh pengaturan tadi.
    Ketika ada notifikasi untuk menyimpan data konfigurasi ke file, masukkan yes.
  17. Lalu ketika diminta memasukkan file hasil simpan konfigurasi, langsung tekan enter saja untuk menggunakan pengaturan default.
  18. Akan ada notifikasi juga mengenai sistem akan diubah atau dimofikasi, masukkan yes.
  19. Setelah itu program instalasi akan memproses data-data program yang ingin diinstall.
  20. Lalu setelah itu akan ada notifikasi untuk mengirimkan notifikasi ke server pusat Zimbra mengenai instalasi server Zimbra tadi. Bisa diisi yes maupun no. 
  21. Setelah itu instalasi dan konfigurasi penginstalan selesai
  22. Pada tahap selanjutnya kita menguji apakah Zimbra Server kita sudah berjalan sebagaimana mestinya.
  23. Untuk masuk ke Webmail khusus admin, kita bisa memasukkan tipe protokol https, diikuti ip address server,  lalu diikuti port 7071. Bisa dilihat seperti gambar di bawah ini.
  24. Apabila ada notifikasi koneksinya tidak aman, lanjutkan dengan memberikan pengecualian sertifikat untuk alamat tersebut.
  25. Setelah halaman tersebut terbuka, masukkan akun admin dengan format 
  26. user : admin@[domainyangdipakai]
    password : [passwordyangtadidiseting]
    Lalu klik sign in.
  27. Lalu pada halaman awal admin Server Zimbra, klik pada toolbar Server Status di kiri window.
  28. Lalu pada window selanjutnya akan ditampilkan service apa saja yang sudah aktif dan berjalan dengan sempurna. Jika memang instalasi sudah benar, maka seharusnya tidak ada service yang bermasalah dengan tanda merah.
  29. Biasanya server mengalami agak delay untuk mendeteksi service, coba refresh halaman dulu sebelum mencoba memperbaiki Zimbra Server 

 F. Kesimpulan
Zimbra Server telah selesai dibuat. Meskipun targetnya Zimbra ini digunakan sebagai Mail Server, namun dalam package-nya sudah terinclude pula Web Mail dan juga LDAP Server yang mana membuat Zimbra ini menjadi salah satu Perangkat Lunak Mail Server yang cukup lengkap.

G. Referensi

konfigurasi EOIP pada mikrotik

assalamualaikum wr. wb. 
kali ini saya akan share tentang cara konfiurasi EOIP pada mirkotik

 

A. Pengertian 

Ethernet over IP (EoIP) Merupakan protocol pada Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk membangun sebuah Network Tunnel antar MikroTik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. EoIP merupakan protokol proprietary MikroTik (support juga di linux tetapi harus di-compile manual). Maka untuk menggunakan fitur ini, router di Head Office dan router di Branch Office harus sama - sama menggunakan router MikroTik. EoIP menggunakan Protocol GRE (RFC1701).

Keuntungan EOIP adalah :

  • Komunikasi jaringan jarak Jauh layaknya seperti dalam satu jaringan.
  • Biarpun jaringan kita mau melewati beberapa router mau 2,3 maupun 10 nggak ada masalah. maka hal ini dengan kita gunakan yg namanya EOIP tunnel sehingga dengan menggunakan EOIP tunnel ini maka jaringan yang kita tuju akan menjadi satu subnet dengan alokasi ip yang kita inginkan.
  • Lebih efisien
Sedangkan kerugian EOIP adalah : 
  
Dikarenakan melewati beberapa router yang berbeda .maka secara otomatis bisa membaca jaringan tetangganya atau router yang dilewati (biasanya dalam 1 hub) yang masuk, maka jaringan tersebut akan bisa dibaca. Jadi sangat2 rentan karena network kita bisa terbaca. Namun hal ini bisa dihindari yaitu dengan cara port scan yg di gunakan winbox itu kita tutup  di router yang bersangkutan dengan begitu walaupun kita scan berkali-kali tidak akan terlihat.

B. Latar Belakang 

Pada saat sebuah peruahaan memiliki kantor cabang, biasanya perusahaan menginginkan antara kantor pusat dengan kantor cabang bisa saling interkoneksi. Dapat melakukan file sharing, VOIP, dan kebutuhan pertukaran informasi dalam jaringan lainnya. Masalah muncul apabila ternyata kantor pusat dengan kantor cabang berbeda kota. Akan butuh biaya mahal jika harus membangun infrastruktur kabel/wireless/fiber-optic yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor pusat dengan kantor cabang. MikroTik memberikan solusi yang cukup ekonomis dan reliable untuk masalah ini, salah satunya dengan Tunnelling 
EOIP ini.

C. Maksud dan Tujuan
Kegiatan ini bermaksud agar kita bisa melakukan konfigurasi dan memahami tentang konsep dari EOIP pada mikrotik ini, sedangkan tujuannya adalah untuk menghubungkan antar jaringan lokal yang saling berjauhan.

D. Alat dan bahan

  • 2 Laptop
  • 2 Mikrotik RB 750
  • 4 Kabel UTP tipe Cross
  • Koneksi  internet

 

E. Tahap dan Langkah Kegiatan  Sebelum melakukan konfigurasi EOIP, kita buat terlebih dahulu topologinya seperti gambar di bawah ini.


2. Hubungkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan topologi diatas.

3. Selanjutnya kita akses mikrotik kita melalui aplikasi Winbox.exe dengan bantuan Wine.
 
4. Untuk mengakses mikrotik kita, pada tab "neighbor" klik pada MAC Address dari Mikrotik kita dan kemudian klik "Connect".
 

5. Agar nantinya kita tidak bingung untuk mengidentifikasi atau mengenali mikrotik kita pada saat terdapat banyak mikrotik yang terhubung, maka hal yang perlu kita lakukan adalah memberikan identitas pada mikrotik kita. Caranya dengan membuka System --> identity.

6. Berikan identitas pada mikrotik anda sesuai dengan keinginan, contohnya disini saya memberinya nama dengan "Mikrotik-1", kemudian klik Apply dan OK.

7. Untuk menghubungkan mikrotik saya dengan internet, disini saya menggunakan PPPOE. Agar mikrotik kita mendapatka akses internet dari PPPOE Server bukalah pada Interface --> klik pada symbol "+" (Add).

8. Pilih PPPOE Client, karena kita bertindak sebagai client yang merequest koneksi internet dari PPPOE Server.

9. Pada tab General di kolom "name" aturlah nama untuk interface pppoe anda dan di kolom "interface" pilih interfacenya "eth1", karena interface ini yang mengarah ke internet.

10. masih di dalam pengaturan PPPOE Client, sekarang berpindahlah ke tab "Dial Out". Pada kolom "user" masukkan username PPPOE Client yang telah diberikan oleh PPPOE Server dan di kolom "Password" masukkan password dari user tersebut. Jika sudah, klik "Apply" dan "OK".

11. Selanjutnya pada jendela interface akan muncul interface baru yaitu "pppoe-out". interface ini merupakan interface dari PPPOE kita.

12. Coba anda cek pada IP --> address. Jika disana terdapat interface PPPOE tadi telah mendapatkan IP dari PPPOE server, berarti koneksi pppoe kita telah berhasil, dan bisa kita anggap bahwa mikrotik kita telah terkoneksi dengan internet.

13. Selanjutnya, kita lakukan konfigurasi pada Mikrotik-2. Akseslah mikrotik tersebut dengan klik MAC Address dari mikrotik tersebut pada tab neigbor, kemudian klik "connect".

14. Beri identitas seperti pada mikrotik-2 tadi dengan cara klik System --> identity.

15. Beri identitasnya sesuai dengan keinginan anda, contohnya disini saya memberi identitasya "Mikrotik-2"

16. Lakukan konfigurasi PPPOEnya dengan membuka menu interface --> klik pada symbol "+" (add).

17. Pada tab General di kolom "name" aturlah nama untuk interface pppoe anda dan di kolom interface pilih interfacenya "eth1", karena interface ini yang mengarah ke internet.

18. Beralihlah ke tab "Dial out", pada Pada kolom "user" masukkan username PPPOE Client yang telah diberikan oleh PPPOE Server dan dan di kolom "Password" masukkan password dari user tersebut. Usahakan untuk mikrotik-1 dan mikrotik-2 menggunakan username yang berbeda. Lalu klik "Apply" dan "OK".

19. Coba check pada IP --> address apakah interface dari PPPOE kita telah mendapat kan ip atau belum. Jika sudah seperti pada gambar di bawah ini, maka konfigurasi PPPOE Client yang anda lakukan sudah benar

20. Langkah selanjutnya berpindahlah lagi ke mikrotik-1 dan kita akan lakukan konfigurasi EOIPnya. Untuk melakukan konfigurasi EOIP, bukalah Interface --> klik pada symbol "+"(add) --> pilih EOIP Tunnel.

21. Pada konfigurasi EOIP tunnel di tab general, atur nama interface dari EOIP tunnel anda pada kolom "Name". Pada kolom "MTU" atur saja dengan 1500, pada kolom "remote address" masukkan ip yang didapat oleh Mikrotik-2 dari koneksi PPPOEnya tadi. Sedangkan Pada kolom "Tunnel ID" isikan saja sesuka anda, asalkan antara mikrotik-1 dengan mikrotik-2 nantinya mempunyai tunnel ID yang sama. Contonhnya disini tunnel IDnya saya isi dengan 10, jika sudah klik Apply dan OK.


22. Lalu kita buat sebuah interface bridge baru dengan cara klik pada interface --> klik pada symbol "+" (add) --> kemudian pilih "bridge".

23. Pada jendela pembuatan interface bridge baru, pada kolom "Name" massukkan nama yang ingin anda berikan untuk interface ini. Jika sudah, klik "Apply" dan "OK".

24. Kemudian kita akan mendaftarkan beberapa port interface ke dalam interface bridge yang telah kita buat, dengan cara klik pada Bridge --> pindah ke tab "Ports" --> klik pada simbol "+" (add). Penambahan beberapa port interface ke port bridge ini berfungsi agar antara interface 1 dengan yang lainnya bisa saling berhubungan. 

25. Pada kolom interface kita pilih "ether2" dan untuk interface bridgenya kita pilih interface bridge yang tadi telah kita buat yaitu "bridge1". Klik Apply dan OK.

26. Tambahkan lagi port interface ke dalam interface bridge, pada kali ini yang kita tambahkan adalah interface "eoip-tunnel1".  Pada kolom interface pilih interface "eoip-tunnel" dan pada kolom Bridge pilihlah interface "bridge1". Lalu klik Apply dan OK. Karena ether2 dan eoip-tunnel tadi kita daftarkan ke interface bridge, maka kedua port tersebut akan saling berhubungan.

27. Selanjutnya kita beralaih ke Mikrotik-2 untuk melakukan konfigurasi EOIPnya. Pada mikrotik-2 bukalah Interface --> klik pada symbol "+" --> pilih EOIP Tunnel.

28. Pada konfigurasi EOIP tunnel di tab general, atur nama interface dari EOIP tunnel anda pada kolom "Name". Pada kolom "MTU" atur saja dengan 1500 agar sama dengan Mikrotik-1, pada kolom "remote address" masukkan ip yang didapat oleh Mikrotik-1 dari koneksi PPPOEnya tadi. Sedangkan Pada kolom "Tunnel ID" isikan tunnel IDnya sama dengan Mikrotik-1 yaitu 10. Jika sudah klik Apply dan OK.
29.  Lalu kita buat sebuah interface bridge baru dengan cara klik pada interface --> klik pada symbol "+" (add) --> kemudian pilih "bridge".
30. Pada jendela pembuatan interface bridge baru, pada kolom "Name" massukkan nama yang ingin anda berikan untuk interface ini. Jika sudah, klik "Apply" dan "OK".

31. Kemudian kita akan mendaftarkan beberapa port interface ke dalam interface bridge yang telah kita buat, dengan cara klik pada Bridge --> pindah ke tab "Ports" --> klik pada simbol "+" (add). Penambahan beberapa port interface ke port bridge ini berfungsi agar antara interface 1 dengan yang lainnya bisa saling berhubungan. 

32. Pada kolom interface kita pilih "ether2" dan untuk interface bridgenya kita pilih interface bridge yang tadi telah kita buat yaitu "bridge1". Klik Apply dan OK.

33. Tambahkan lagi port interface ke dalam interface bridge, pada kali ini yang kita tambahkan adalah interface "eoip-tunnel1".  Pada kolom interface pilih interface "eoip-tunnel" dan pada kolom Bridge pilihlah interface "bridge1". Lalu klik Apply dan OK. Karena ether2 dan eoip-tunnel tadi kita daftarkan ke interface bridge, maka kedua port tersebut akan saling berhubungan.


34. Selanjutnya kita atur IP pada masing-masing laptop sesuai dengan topologi yang telah kita buat.
Konfigurasi IP pada Laptop1
Konfigurasi IP pada Laptop2

35. Untuk menguji konfigurasi EOIP tunnel tadi, kita lakukan ping dari laptop 1 ke laptop 2. Jika test ping anda berhasil, maka konfigurasi EOIP Tunnel pada mikrotik anda telah berhasil.
Ping dari Laptop 1 ke Laptop 2
 
Ping dari Laptop 2 ke Laptop 1

 

F. Kesimpulan
Dengan adanya teknologi tunnelling EOIP ini, membuat kita dimudahkan dalam menghubungkan antar jaringan lokal yang berjauhan. Selain itu bagi perusahaan pastinya teknologi ini sangat efisien karena kita dapat kita dapat menghubungkan antar jaringan lokal tersebut melalui internet,sehingga perusahaan tidak perlu membangun koneksi sendiri hanya untuk menghubungkan antar perusahaan. Dengan EOIP ini kta serasa berkomunikasi dalam satu jaringan yang dekat, padahal kita melakukan koneksi jarak jauh. 

 G. Referensi
  • http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=91
  • http://catatanblogkecil.blogspot.co.id/2013/12/konsep-eoip-tunnel-di-mikrotik.html 
  • Ebook : Materi Mikrotik MTCNA-05-2012.pdf